Realisasi Investasi Kalsel Capai Rp25,7 Triliun
- 22 Okt 2025 08:56 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarbaru: Realisasi investasi di Kalimantan Selatan hingga triwulan ketiga tahun 2025 ini menunjukkan tren positif dan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, total investasi dari Januari hingga September 2025 mencapai Rp25,7 triliun, naik dari capaian triwulan sebelumnya yang berada di kisaran Rp16 triliun.
Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, nilai tersebut berasal dari 11.238 proyek dan menempatkan Kalimantan Selatan di peringkat ke-16 nasional. Dari 38 provinsi dalam realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri, menyampaikan bahwa sektor pertambangan, khususnya batu bara, masih menjadi penyumbang terbesar investasi di Kalimantan Selatan. Dengan diikuti sektor perdagangan dan jasa.
“Saat ini masih didominasi sektor pertambangan, kemudian perdagangan dan jasa. Tapi kami tetap menekankan promosi sektor di luar pertambangan. Melalui aplikasi Bekantan, masyarakat maupun calon investor bisa melihat potensi investasi di berbagai sektor nonpertambangan yang ada di Kalsel,” ujar Endri.
Lebih lanjut, Endri menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengejar target investasi sebesar Rp30 triliun pada tahun 2025 yang ditetapkan pemerintah pusat. Langkah yang ditempuh antara lain dengan memperkuat pengawasan terhadap investasi yang berjalan, serta memaksimalkan promosi investasi nonpertambangan baik di dalam maupun luar negeri.
Selain itu, untuk menarik minat investor, pemerintah provinsi juga menyiapkan sejumlah kebijakan strategis seperti kemudahan perizinan investasi dan pemberian insentif berupa relaksasi pajak dalam jangka waktu tertentu. "Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan Kalimantan Selatan tidak hanya menjadi destinasi investasi sektor pertambangan, tetapi juga berkembang sebagai wilayah yang potensial bagi sektor industri, pariwisata, dan jasa berkelanjutan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....