Lewat PIJAR, Pemkot Semarang Perkuat Kesehatan Mental Remaja
- 14 Okt 2025 20:18 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang : Pemerintah Kota Semarang meluncurkan Program PIJAR (Pemuda Peduli dan Jaga Kesehatan Mental Remaja), sebuah gerakan kolaboratif untuk memperkuat ketahanan mental remaja di tengah tantangan era digital. Program itu diluncurkan bersama Rumah Sakit Daerah K.R.M.T. Wongsonegoro (RSWN) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang.
Acara yang berlangsung di RSWN ini dirangkaikan dengan Seminar Kesehatan Mental Remaja bertema “Scroll With Care: Remaja, Media Sosial, dan Kesehatan Mental”. Kegiatan diikuti oleh 90 guru Bimbingan Konseling SMP se-Kota Semarang, 20 pengurus KNPI, serta 10 mahasiswa BEM Psikologi Undip.
Dalam sambutannya, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan apresiasi kepada RSWN, KNPI, dan Fakultas Psikologi Undip atas inisiatif membentuk jejaring pendampingan kesehatan mental bagi pelajar. “Saya bersyukur ketika KNPI, RSWN, kemudian Fakultas Psikologi Undip nanti mungkin menyusul Fakultas Psikologi yang lain untuk bisa hadir," ujar Agustina, Selasa (14/10/2025).
Mereka diharapkan bisa jemput bola masuk ke sekolah-sekolah, khususnya anak-anak SMP. "Anak-anak yang berada pada usia belasan tahun sangat rentan terhadap gejala-gejala gangguan penyakit mental," tuturnya.
Agustina menyoroti tantangan utama remaja masa kini yang tumbuh di tengah banjir informasi. Media sosial kini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga ruang pembentukan jati diri yang bisa memengaruhi kesehatan mental.
“Kadang kita mencari validasi sosial dari layar kecil di tangan kita. Anak-anak yang tumbuh tanpa kendali di ruang digital bisa kehilangan arah, kalau tidak ada pendampingan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat peran guru BK dan sekolah sebagai lingkungan aman bagi siswa untuk berbagi cerita dan menjaga keseimbangan emosional. “Guru BK bukan hanya pembimbing akademik, tetapi garda depan dalam menjaga ketahanan mental anak-anak kita,” tegas Agustina.
Sementara itu, Direktur RSWN, Eko Krisnarto menambahkan, kesehatan jiwa menjadi salah satu masalah kesehatan terpenting di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, lebih dari 35 juta orang mengalami depresi, dan sebagian besar berasal dari kelompok usia remaja.
Sebagai langkah nyata, RSWN mengembangkan instrumen deteksi dini gangguan mental remaja berbasis digital bernama Sultan Mataram, yang terintegrasi dalam aplikasi MyRSWN dan dapat diunduh di Playstore. "Sejak tahun 2024, RSWN telah mengunjungi 15 sekolah dengan lebih dari 6.000 siswa melakukan skrining mandiri, dan 720 di antaranya terindikasi membutuhkan pendampingan psikolog," jelasnya.
Ketua DPD KNPI Kota Semarang, Yohana Citra Mahardika menegaskan, peluncuran Program PIJAR tidak kegiatan seremonial. Akan tetapi, gerakan berkelanjutan yang segera turun ke lapangan.
Setelah seminar ini, pihaknya akan visit ke SMP-SMP se-Kota Semarang bersama Gerakan Sehat Mental dari BEM Fakultas Psikologi Undip. "Di sana, kita akan melakukan sharing, afirmasi positif, serta menghadirkan kegiatan yang menyenangkan bagi siswa-siswa SMP," ujar Citra.
Menurutnya, kegiatan lanjutan ini menjadi bentuk nyata komitmen KNPI untuk menjemput bola dalam mendampingi para remaja yang membutuhkan bantuan atau bimbingan psikologis. “Kami ingin memastikan tidak ada remaja di Semarang yang merasa sendirian menghadapi tekanan hidup, PIJAR hadir sebagai teman dan jembatan bagi mereka,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....