Cek Kaitan Sancita, Prarabda dan Kriamana Karmapala

  • 07 Okt 2025 08:59 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Karmapala merupakan salah satu dari lima keyakinan atau Panca Sradha dalam agama Hindu. Karmapala berasal dari akar kata karma dan pala. Karma berarti perbuatan atau aksi dan pala berarti buah atau hasil. Karmapala berarti buah dari perbuatan baik yang telah dilakukan maupun yang akan dilakukan. Apapun perbuatan yang dilakukan begitulah hasil yang akan diterima. Yang menerima adalah yang berbuat dan efeknya kepada orang lain, ungkap Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Putu Gede Nesa Paramatha.

Ketika menjadi narasumber dalam Siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa 7 Oktober 2025, Gede Nesa menuturkan Karmapala dibedakan menjadi 3 jenis. Pertama, Sancita Karmapala yaitu Tabungan karma dari masa yang belum dialami. Kedua, Prarabda karmapala yaitu karma yang sudah matang dan sedang dijalani dari kehidupan sekarang. Ketiga, Kriamana atau agami karmapala yaitu karma yang diciptakan sekarang yang akan berbuah di masa depan.

Lebih jauh Gede Nesa menyampaikan, jika ketiganya digabungkan bisa digambarkan seperti berikut ini. Sancita karmapala itu tabungan karma yang masa lalu, prarabda karmapala merupakan bunga tabungan yang sedang kita nikmati sekarang dan kriamana karmapala, adalah tabungan yang baru yang sedang kita isi untuk masa depan. Hubungan ketiga jenis karmapala ini, yaitu sancita karmapala dan kriamana karmapala adalah kumpulan seluruh karma masa lalu yang masih tersimpan dan belum dinikmati. Bisa diibaratkan sebagai tabungan karma yang menunggu waktu untuk berbuah dari prarabda karmapala dan dari sancita karmapala yang sangat banyak dan sebagian akan matang dan harus dialami dalam kehidupan sekarang. Inilah yang disebut prarabda karmapala karena sudah matang buah ini tidak bisa dihindari melainkan harus dijalani, baik berupa suka maupun duka. Kriamana karmapala atau Agami karmapala mengarah pada kehidupan manusia maka setiap pikiran, ucapan dan tindakan yang dilakukan menciptakan karma baru.

Karma baru ini disebut kriamana karmapala, di mana buahnya akan dinikmati di masa depan baik pada kehidupan sekarang maupun kehidupan berikutnya. Sehingga ia akan menambah kumpulan sancita karma, hubungan yang saling mengikat. Sancita karmapala adalah sumber dari prarabda karmapala dari tabungan karena masa lalu dipetik dan dinikmati sekarang. Prarabda karmapala adalah hasil yang sedang kita jalani sekarang sehingga ia menjadi pengalaman hidup sehari-hari sedangkan kriamana karmapala adalah tindakan yang sekarang kita lakukan untuk menambah tabungan karma atau sancita menentukan prarabda di masa depan, jelas Gede Nesa.

Gede Nesa menambahkan, jika dianalogikan, sancita karmapala merupakan seluruh Tabungan di bank, prarabda karmapala adalah uang yang ditarik dan dipakai sekarang dan kriamana adalah uang yang kita setorkan ke bank hari ini yang akan menambah Tabungan dan dipakai di masa depan. Itulah contoh sederhana dari sancita, prarabda dan kriamana karmapala. Ketiga jenis karmapala ini saling berhubungan dalam satu lingkungan hukum sebab akibat. Ada yang kita jalani sekarang atau prarabda karmapala berasal dari masa lalu, sancita karmala dan kriamana karmapala, ada yang kita lakukan hari ini atau kriamana karmapala akan menentukan kehidupan di masa depan.

Jadi apapun perbuatan kita saat ini baik itu baik maupun buruk pasti karmapalanya baik itu kita terima saat ini maupun kehidupan selanjutnya. Tidak salah jika kita melihat seseorang yang sangat sukses maupun bahagia mungkin saja karmanya yang baik di kehidupan dahulu begitu juga sebaliknya. Jika kita melihat kehidupan orang yang sering sakit-sakitan mungkin itu karma terdahulunya. Maka dari itu berbuat baiklah sebanyak mungkin agar dapat memetik buah karma yang baik di kehidupan selanjutnya, tutup Gede Nesa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....