Omzet Turun, Batik Kita Sampang Tetap Bertahan

  • 02 Okt 2025 09:57 WIB
  •  Sampang

KBRN, Sampang: Di tengah peringatan Hari Batik Nasional, pengrajin batik di Sampang terus berjuang menjaga eksistensi usahanya. Salah satunya Batik Kita, milik Ismawati, yang sejak 2009 konsisten menghadirkan produk khas daerah.

Ismawati mengungkapkan, penjualan batik saat ini mengalami penurunan cukup signifikan. 

“Dulu penghasilan kotor bisa sepuluh juta per bulan, sekarang hanya sekitar empat juta. Itu pun dipakai untuk membayar pekerja dan pajak,” jelasnya, Kamis (02/10/2025).

Menurutnya, melemahnya omzet dipengaruhi beberapa faktor, termasuk daya beli masyarakat dan aturan penggunaan seragam batik di kalangan pegawai. 

“Kalau dulu Jumat dan Sabtu bisa bebas memakai batik, sekarang hanya dibatasi hari Jumat,” tambahnya.

Kendati demikian, Batik Kita masih mendapat banyak pesanan pada momen tertentu, terutama untuk acara hajatan. 

“Biasanya batik dipilih sebagai suvenir atau seragam acara keluarga besar,” kata Ismawati.

Ia menegaskan, motif batik Sampang tetap memiliki kekhasan meski condong pada corak Pamekasan. 

“Motif Junjung Drajat dan Daun Singkong termasuk yang banyak diminati,” ujarnya.

Selain produksi sendiri, Batik Kita menjalin kerja sama dengan pengrajin dari Pamekasan untuk memperkaya pilihan desain dan motif. Hal ini dilakukan agar konsumen tetap tertarik dengan produk yang ditawarkan.

Di tengah kondisi menantang, Ismawati tetap optimistis batik Sampang bisa bertahan. “Batik ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga bagian dari budaya yang harus dijaga,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....