Jateng-Uzbekistan Jajaki Kerja Sama di Berbagai Sektor
- 01 Okt 2025 11:49 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjajaki kerja sama dengan Uzbekistan di berbagai sektor. Fokus awal diarahkan pada wisata religi, produk halal, dan penguatan UMKM.
Sekda Jateng Sumarno menyebut, wisata religi bisa dikembangkan melalui koneksi destinasi spiritual. Ia mencontohkan keterhubungan antara makam Imam Bukhari di Uzbekistan dengan destinasi religi di Jawa Tengah.
Menurutnya, kesamaan budaya antara kedua wilayah membuka peluang kemitraan. Jateng maupun Uzbekistan sama-sama memiliki penduduk mayoritas muslim dengan tradisi wisata religi yang kuat.
"Memang sekarang belum sampai pada titik kesepakatan perjanjian kerja sama. Akan tetapi penjajakan sudah dilakukan, mudah-mudahan waktu dekat juga bisa ditindaklanjuti," ucapnya saat menghadiri 34 Th Anniversary of The Independence of The Republic of Uzbekistan 1991-2025 di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Dubes Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, menyatakan negaranya ingin mempererat dialog politik, perdagangan, dan budaya dengan Indonesia. Ia menekankan hubungan kedua bangsa dipersatukan oleh agama, sejarah, dan kedekatan budaya.
Eshonov menambahkan, Uzbekistan kini terbuka bagi wisatawan mancanegara. Pada 2024, jumlah kunjungan wisatawan asing bahkan terus meningkat melampaui 10 juta orang.
Negara itu juga sedang membangun pusat peradaban Islam di Tashkent dan Kompleks Memorial Imam Bukhari di Samarkand. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi magnet spiritual sekaligus pendidikan dunia muslim.
Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menilai hubungan perdagangan Indonesia-Uzbekistan terus berkembang. Sejumlah sektor utama seperti pupuk, margarin, serta lemak hewani dan nabati menjadi komoditas penting.
Ia menegaskan, potensi kerja sama kedua negara masih luas. Selain perdagangan halal, peluang kolaborasi juga terbuka di bidang pendidikan, investasi, budaya, pertanian, hingga transformasi industri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....