Tantangan Duel di Ring, Bima Nata Angkat Bicara

  • 30 Sep 2025 20:18 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Jagat media sosial belakangan ramai membahas tantangan naik ring yang dilayangkan oleh Aan Nugros kepada anggota DPRD Badung, Bima Nata. Tantangan tersebut bermula dari kesalahpahaman publik terhadap unggahan Bima di media sosial, yang kemudian berkembang menjadi perbincangan panas hingga muncul ajakan bertarung.

Bima menjelaskan, semua bermula dari unggahannya tentang mobil impian yang baru ia beli. Mobil tersebut sebenarnya telah dibeli sekitar enam bulan sebelumnya dan baru diunggah tanpa maksud menyindir siapa pun. Namun, sehari setelah unggahan itu, Bali dilanda banjir besar. Postingan tersebut pun dianggap tidak berempati oleh sebagian warganet.

“Entah dari mana datangnya komentar negatif itu, hampir 90 persen menyudutkan saya. Seolah-olah saya senang di atas penderitaan orang lain,” ujar Bima dalam Podcast Tolet Mana.

Menurutnya, ia tak bisa membendung komentar warganet yang semakin liar, bahkan ada yang menghina dirinya. Padahal, di tengah bencana, ia juga ikut bergerak menyalurkan bantuan lewat organisasi Tanam Tuwuh. Sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Badung, Bima menginstruksikan kader di tiap dapil untuk menjaga wilayah masing-masing, termasuk di Petang yang mengalami longsor.

Bima juga menegaskan bahwa peran DPRD berbeda dengan eksekutif, sehingga ia tak bisa langsung menangani masalah banjir secara teknis. “Tupoksi DPR itu bukan menentukan program strategis dan anggaran. Itu tugas eksekutif. Saya hanya bisa minta bantuan kepada bupati dan wakil bupati,” jelasnya.

Situasi kemudian memanas setelah muncul komentar “nak belog” yang dilontarkan Bima dalam salah satu unggahan. Komentar itu direspons Aan Nugros, pegiat media sosial yang memiliki latar belakang bela diri, dengan tantangan duel di atas ring. Tantangan tersebut sempat memicu emosi Bima.

Namun setelah berkomunikasi, keduanya sepakat menyelesaikan persoalan secara baik-baik. “Ketika ada kehormatan saya yang harus dijaga, tentu akan saya bela. Sekarang masalah sudah selesai, terakhir kami ucapkan ‘rahayu’,” ucapnya.

Bima juga mengungkap bahwa dirinya sempat ditelepon oleh ayahnya, I Nyoman Giri Prasta, terkait masalah ini. Ia kemudian mengklarifikasi dan meminta maaf jika ada pernyataannya yang menyinggung. “Kepada seluruh penggiat media sosial, saya mohon maaf bila ada ucapan saya yang kurang berkenan. Semua hanya karena saya ingin menjaga harga diri,” tulisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....