Warga Diajak Ikut Menjaga dan Melestarikan Hutan Mangrove
- 24 Sep 2025 22:28 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Warga masyarakat diajak ikut menjaga dan melestarikan hutan Mangrove di pesisir Pantai Kabupaten Nabire Papua Tengah.
Kita ketahui bersama Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah Juga memiliki hutan mangrove hampir di pesisir pantai, namun ada beberapa titik yang dinilai telah di rusak atau dialihfungsikan, mejadi, tempat wisata, tambak ikan, perkebunan, pemukiman dan lain sebagainya.

Ungkapan itu di kemukakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Wahana Kelestarian Alam Papua (LSM Wakera) Pice Musendi, ketika dihubungi RRI Rabu (24/9/2025).

Dijelaskan pihak LSM Wakera telah melakukan survei hutan mangrove di pesisir pantai Nabire selama satu bulan yakni di bulan Agustus 2025.
Keberadaan hutan manggrove sangat bermanfaat, baik dari segi ekonomis, fisik, maupun dari segi ekologis. Kini hutan mangrove semakin sedikit akibat penebangan oleh oknum-oknum yang tidak tahu akan pentingnya pohon tersebut. Hutan mangrove atau yang akrab disebut hutan bakau ialah hutan yang tumbuh di atas rawa, yang terletak di garis pantai. Hutan mangrove memiliki peranan yang sangat bermanfaat bagi penduduk sekitar pantai dan lain sebagainnya.
Terkait kerusakan hutan mangrove disejumlah titik di Nabire, Pihak LSM Wakera berusaha mendorong dan memberikan motivasi bagi masyarakat yang telah memiliki kepedulian untuk turut berkolaborasi dalam upaya melestarikan mangrove dan menyelamatkan pesisir pantai yang terkena dampak abrasi air laut.
LSM Wakera ini lanjut kata Pice Musendi, berpusat di Kabupaten Fakfak Papua Barat, yang bergerak dalam upaya Pelestarian Alam Papua, dan melakukan gerakan pemberdayaan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan hidup, maupun nilai- nilai kearifan lokal. Serta mewujudkan Papua yang Lestari, sekaligus mendukung langkah penyelamatan bumi dari dampak perubahan iklim dan pemanasan global, serta ikut membangun karakter Sumberdaya Manusia Papua.
"Program besar dari Wakera adalah Lingkungan dan perlindungan hutan Papua, baik di darat dan laut, serta melakukan penanaman kembali hutan yang rusak di darat maupun di Pesisir seperti mangrove," tutup Pice Musendi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....