Dindik Banyumas Batasi Jam Sekolah di Kota Purwokerto

  • 01 Sep 2025 09:24 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas : Dampak aksi anarkis yang terjadi di Alun-alun Purwokerto pada Sabtu (30/8/2025) selain terjadi kerusakan fasilitas umum, masyarkat khususnya orang tua siswa resah aksi serupa terjadi kembali. Akibat mereka mengkhawatirkan keselamatan anak yang sedang sekolak.

Mengangapi keresahan tersebut Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas memberlakukan aturan pembelajaran khusus bagi sekolah-sekolah di wilayah Kota Purwokerto. Selama sepekan, mulai 1 hingga 7 September 2025, jam belajar siswa dibatasi hanya sampai pukul 12.30 WIB.

Pengawas Utama Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Dr. Bahrudin, mengatakan kebijakan ini ditempuh untuk menjaga keamanan sekaligus meminimalisasi potensi keterlibatan pelajar dalam kegiatan yang bersifat negatif.

“Sekolah-sekolah terutama di kota, pembelajarannya diselesaikan lebih awal, yakni berakhir pukul 12.30. Orang tua juga kami minta memastikan menjemput anaknya tepat waktu. Sementara kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan sampai situasi benar-benar kondusif,” jelasnya, Senin (1/9/2025).

Selain itu, pihak sekolah diminta memberikan arahan kepada siswa melalui upacara maupun pembelajaran di kelas agar tidak mudah terpengaruh ajakan-ajakan yang mengarah pada kerumunan atau tindakan anarkis. Kerja sama dengan paguyuban orang tua juga ditekankan untuk memperkuat komunikasi dan pengawasan anak.

“Orang tua kami harapkan melakukan pemantauan penuh terhadap aktivitas anak sepulang sekolah, termasuk mengecek penggunaan gawai agar tidak terjebak ajakan negatif melalui media sosial,” imbuh Bahrudin.

Dindik Banyumas juga meminta pihak sekolah meningkatkan pengawasan keamanan, terutama untuk penjaga malam yang disarankan tidak bertugas seorang diri. Guru pun diimbau tidak ikut berkomentar atau terlibat dalam diskusi-diskusi terkait aksi negatif di media sosial.

Kebijakan ini berlaku terbatas hanya bagi sekolah di kawasan Purwokerto. Adapun sekolah di wilayah pinggiran tetap menjalankan aktivitas normal, namun orang tua tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.

“Kami upayakan dalam satu minggu ke depan kondisi sekolah bisa normal kembali. Semua pihak, baik orang tua maupun masyarakat, harus bersama-sama menjaga anak-anak kita agar tidak terpengaruh ajakan-ajakan yang merugikan,” tegas Bahrudin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....