Makna Dari Rare Rare Angon
- 25 Agt 2025 12:54 WIB
- Denpasar
KBRN Denpasar : Kalau kita balik ke belakang, seperti kita ketahui, bahwa layang-layang adalah sebuah budaya. Sama halnya juga tajen, juga sebuah budaya yang memang telah diwariskan turun-temurun oleh leluhur kita. Tapi budaya ini, jika tidak kita kendalikan, malah bisa membahayakan diri sendiri dan bahkan membahayakan orang lain. I Wayan Bayu Dharmayana, menyampaikan hal tersebut dalam acara Surya Puja, yang disiarkan di Pro 4 RRI Denpasar,FM 106,4 MHz Kamis, (21/08/2025).
Bayu yang selaku penyuluh agama Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar tersebut menjelaskan, bahwa bermain layang-layang tersebut seperti Rare RareAngon. Menggembala ternak. Jika ternak kita tidak dijaga, ternak itu bisa hilang. Begitu juga layang-layang. Jika tidak dikendalikan, bisa terlepas.
“Sama seperti hidup, jika pikiran kita dan hati kita ini tidak kita kendalikan, kita akan tersesat dalam rasa marah, dalam rasa malas, dan dalam rasa iri hati”, kata Bayu Dharmayana.
Ditambahkan, bahwa bermain layang-layang ini bukan sekadar hiburan,tetapi melatih diri untuk sabar. Sabar menunggu angin, menunggu waktu yang tepat untuk menarik tali, mengulur tali. Rasa sabar untuk mengendalikan diri ketika layangan itu putus. Kendalikan diri ketika layangan itu terbang tinggi, tapi tidak harus diinapkan.
“Dan sekali lagi, harus bertanggung jawab. Bertanggung jawab dalam hal apa. Hobby, apapun yang kita laksanakan, apapun yang kita senangi, itu harus berlandaskan dengan Dharma,berlandaskan dengan kebaikan”, jelas penyuluh agama Hindu Kota Denpasar tersebut.
Menjadi Rare Angon sejati, yang mampu mengembalakan layang-layang hatimu. Hati ini baratkan layang layang. Supaya hidup kita ini tidak terlepas dari jalan Dharma. Dan Simbol Rare Angon ini, adalah anak-anak yang mengembala sapi dengan suling, dengan layangan di belakangnya.
“Dalam budaya Bali, ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan pendidikan karakter. Terutama dalam menanamkan nilai-nilai moral, nilai-nilai tangung jawab dan kearifan lokal sejak dini”, ungkap Bayu.
Kaitannya dengan nilai tahun jawab, dimana, rare Angon ini menggambarkan anak-anak yang belajar merawat dan memimpin sapi. Simbol ini adalah tanggung jawab sejak anak-anak ini. Apapun hal yang dilakukan, jika kita telaah dari simbol rare Angon ini, misalnya baru bangun, kita harus membiasakan dengan apa yang harus dilakukan.
“Sebagai pelayang, kita harus paham apa yang patut kita lakukan. Talinya apakah cukup segini? Layangannya apakah terlalu besar, supaya tidak nanti layangan ini merugikan orang lain. Nyangkutlah di gentengnya, nyangkut di antena, dan lain-lain”,kata Bayu.
Rare Angon ini juga memiliki nilai kedisiplinan. Jika dalam simbol Rare Angon mengembala, ini adalah membutuhkan sesuatu hal yang konsisten, yang sabar dan usaha. Seperti mengangon sapi ke tempat yang subur, ini adalah pendidikan karakter yang bisa mengadopsi nilai untuk mengajarkan ketekunan dan pantang menyerah. Jangan malas, kalau senang melayangan, kalau mengaku RareAngon.
“Sama juga dalam kehidupan sehari-hari, kita harus disiplin. Hal yang menyakitkan itu memang sangat susah untuk dijalani, tapi ketika kita mampu menjalani, itu akan menemukan atau menimbulkan rasa bahagia”,ungkap Bayu Dharmayana
Rare Angon memiliki nilai kepemimpinan dan kerja sama. Rare Angon, sering berkerja kelompok, untuk melatih, kolaborasi dan kepemimpinan yang alami. Kalau ibaratkan dari Rare Angon ini, bagai harmoni dengan alam. Mengatahui waktu terbaik dalam mengembala.
“Kearifan lokal mencintai lingkungannya seperti apa, ikut merawat hewannya dengan sepenuh hati”,kata Bayu.
Kalau ke dalam aplikasi melayangan, ya udah jelas. Pencinta layangan Rare Angon ini wajib untuk menjaga lingkungannya. Jangan sampai misalnya melayangan di sawah, menginjak padi-padi yang baru ditanam, kasian petaninya. Kalau di jalanan, jangan sampai talinya yang kusut, tinggal portong, lalu dibiarkan berhamburan.
Disamping itu Rare Angon juga memiliki nilai kesederhanaan dan kejujuran. Dalam Rare Angon, hidup sebagai penggembala, mengajarkan hidup yang sangat sederhana dan jujur. Punya sapi lima ya, pasti bilang sapinya lima. Kalau Rare Angon ada di pelayangan misalnya kalau talinya jatuh, ambil talinya. Agar tidak mencelakakan orang lain.
“RareAngon ini adalah simbol dari kejujuran. Misalnya tidak mengambil milik orang lain”,ungkap I Wayan Bayu Dharmayana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....