Tim EXpeDESA Mulai Perjalanan Kunjungi Kopdes Merah Putih

  • 11 Agt 2025 10:09 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Tim eXpeDESA de Java+ yang akan mengunjungi dan mendalami Koperasi Desa(Kopdes) Merah Putih, memulai perjalanannya dari studio RRI Semarang, Senin (11/8/2025). Perjalanan eXpeDESA hari ini diawali dengan dialog interaktif bersama Pro1 RRI Semarang dengan mengangkat tema eXpeDESA de Java+.

Ketua eXpeDESA, Suryokoco Suryoputro mengatakan, eXpeDESA ini akan memotret kondisi Kopdes Merah Putih sebagai program nasional. Dari kunjungan ke lapangan, akan dihasilkan catatan dan rekomendasi hasil temuan di lapangan yang akan diberikan kepada pemerintah pusat.

“Kita ingin supaya kami bisa sambang desa ke desa-desa, momentum kali ini ada program dari Bapak Prabowo, tentang Koperasi Desa Merah Putih. Maka kami ingin memastikan bahwa program ini dipahami dengan baik dan dilaksanakan dengan benar,” ucapnya.

Suryo menerangkan, eXpeDESA selama 18 hari, dimulai dari kota Semarang Jawa Tengah, dilanjutkan ke Jawa Timur, Madura, Yogyakarya, Jawa Barat, Banten dan berakhir di Jakarta. “Hari ini dari Semarang akan ke Kabupaten Magelang, bergeser ke Temanggung, Wonosobo, lanjut ke Banjarnegara, istirahat di Banjarnegara, besok lanjut ke Purworejo,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, tim eXpeDESA yang terdiri dari 4 orang akan mengunjungi 47 titik Koperasi Desa Merah Putih, yang telah ditetapkan menjadi koperasi percontohan. “Prinsipnya koperasi ini kan bagaimana partisipasi anggota, kita ingin melihat bagaimana animo anggota terhadap koperasi ini dan bagaimana mereka memiliki inisiatif untuk keperluan koperasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Nusantara (Apmiso) Lasiman sebagai salah satu tim eXpeDESA berharap, program Koperasi Desa Merah Putih ini akan bermanfaat bagi bangsa Indonesia. “Mengingat koperasi-koperasi dulu banyak yang gagal, oleh karena itu pemerintah yang sekarang akan memulai dengan koperasi yang bermanfaat,” ujarnya.

Lasiman meminta agar Koperasi Desa Merah Putih memanfaatkan produk-produk desa, seperti hasil pertanian, peternakan yang bisa dikerjasamakan dengan koperasi perkotaan, khususnya koperasi komunitas. “Contohnya dengan asosisasi pedagang bakso, sangat membutuhkan produk dari desa seperti bawang putih, bawang merah, daging, cabai, ini sangat dibutuhkan oleh pedagang bakso seluruh Indonesia,” katanya.

Ia mengungkapkan, Apmiso telah memiliki MoU dengan Kementerian Pertanian untuk menerima produk-produk pertanian bawang putih dan akan membeli semuanya. “Koperasi merah putih ini harus bisa mengumpulkan hasil-hasil pertanian kemudian bekerjasama dengan komunitas di perkotaan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....