Semarang Raih Predikat Tertinggi Penghargaan Kota Layak Anak

  • 09 Agt 2025 21:53 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Kota Semarang meraih kado manis menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia. Pada Jumat (8/8/2025), Kota Semarang meraih predikat Utama yang merupakan predikat tertinggi dalam Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Fauzi kepada Wali Kota Semarang, Agustina di Jakarta. Prestasi ini menegaskan komitmen nyata Pemkot Semarang bersama seluruh stakeholder dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh anak.

Dengan raihan predikat Utama, Kota Semarang menjadi satu dari 22 kabupaten/kota se-Indonesia yang berhasil mencapai tingkat tertinggi dalam penilaian KLA tahun ini. Menurut Agustina, pencapaian ini hasil kerja keras, sinergi dan kolaborasi jajaran Pemkot Semarang bersama lembaga terkait, serta masyarakat dalam mewujudkan hak-hak anak secara menyeluruh.

"Bersyukur dan bangga atas raihan tertinggi dalam penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak ini. Pencapaian ini menjadi bukti nyata atas komitmen jajaran Pemerintah Kota Semarang dan seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan kota yang inklusif dan ramah anak," ujarnya.

Ia menegaskan, catatan prestasi ini menjadi dorongan baginya untuk terus berinovasi. Pemkot juga akan meningkatkan program-program yang berfokus pada pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

Agustina berharap, Semarang terus menjadi kota yang tidak hanya layak huni, tetapi juga tempat terbaik anak-anak untuk meraih masa depan yang gemilang. "Mari kita jadikan Kota Semarang sebagai kota yang benar-benar layak bagi generasi penerus kita, tempat mereka bisa tumbuh, bermain, dan berkembang dengan optimal," tutupnya.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan, penghargaan ini lebih dari sekadar apresiasi. "Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa membangun kota ramah anak adalah tanggung jawab bersama," ujarnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya menyediakan ruang publik yang aman bagi anak, seperti taman bermain dan jalur sepeda, sebagai penyeimbang dari tantangan digitalisasi. "Kota kita bukan hanya layak huni, tetapi juga layak dicintai," tegasnya.

Seperti halnya Pratikno, Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menjelaskan, KLA merupakan bentuk apresiasi atas komitmen pimpinan daerah. "Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kesungguhan Gubernur, Bupati, Wali Kota, beserta seluruh jajarannya dalam mewujudkan lingkungan yang aman bagi anak," kata Arifah.

Menteri PPPA juga menambahkan, pencapaian KLA kini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Hal ini menunjukkan bahwa upaya mewujudkan kota layak anak adalah prioritas nasional yang harus terus diupayakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....