Pemkab Bojonegoro Dorong Geopark Jadi Penggerak Ekonomi
- 07 Agt 2025 08:50 WIB
- Tuban
KBRN, Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro dikenal memiliki kekayaan geologi yang langka dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Saat ini, Geopark Bojonegoro telah melangkah menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Diharapkan, potensi alam yang dimiliki dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menjadi pusat kajian ilmiah.
Semangat tersebut disampaikan dalam acara Gathering Sinergitas Geopark Nasional Bojonegoro menuju UGGp yang digelar di Hotel Aston Bojonegoro, Rabu (6/8/2025). Dalam forum ini, Bojonegoro diibaratkan sebagai laboratorium alam yang menyimpan jutaan potensi geologi yang belum sepenuhnya terungkap.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir mewakili Bupati Setyo Wahono, menegaskan, bahwa perjalanan panjang Geopark Bojonegoro yang telah diakui secara nasional kini tengah memasuki tahapan penting menuju UGGp. Ia menekankan, bahwa Geopark Bojonegoro memiliki karakteristik geologi unik yang tak dimiliki oleh negara lain.
“Geopark ini tidak hanya menjadi potensi ekonomi, namun juga menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keaslian alam,” ujarnya.
Kepala Bappeda Bojonegoro, Achmad Gunawan, menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk memperkuat sinergi lintas sektor dan institusi. Menurutnya, forum ini penting guna membangun pemahaman bersama terkait nilai strategis Geopark Bojonegoro dan menguatkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan.
Acara gathering ini juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Bojonegoro melalui Badan Pengelola Geopark Bojonegoro dengan sejumlah mitra lintas sektor, di antaranya Ademos Bojonegoro, Hotel Aston, Pokdarwis Kedunglantung, Biro Travel Angling Dharmo, LPPM Unigoro, Media Bojonegoro Raya, serta Museum 13.
Selain diskusi, acara juga menghadirkan pameran produk unggulan Bojonegoro seperti Sego Gulung khas Wonocolo, berbagai literatur tentang Geopark Bojonegoro, serta aneka kerajinan lokal.
Dalam sesi diskusi, Ketua Tim Ahli Geologi BRIN, Hanang Samodra, bersama GM Geopark Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur, turut hadir berbagi pandangan mengenai pengembangan geopark. Diskusi juga melibatkan kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang selama ini berperan aktif di lapangan bersama masyarakat.
Kusnandaka Tjatur, menjelaskan, bahwa proses menuju UGGp saat ini telah masuk dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bojonegoro 2024-2029. Fokusnya adalah mendorong geopark sebagai kawasan riset ilmiah, khususnya bagi perguruan tinggi di Bojonegoro dan dari luar daerah.
“Pemerintah sudah menyiapkan regulasi yang mendukung perlindungan dan pengembangan titik-titik geosite Bojonegoro. Sinergi dengan desa-desa setempat menjadi faktor utama agar geopark ini benar-benar berkelanjutan dan berdaya bagi masyarakat,” kata Kusnandaka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....