Sultan: JKPI Punya Peran Strategis dalam Melestarikan Pusaka
- 07 Agt 2025 08:35 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025. Pembukaan Rakernas JKPI 2025 digelar di Ballroom Hotel Tentrem Yogyakarta pada Rabu (6/8/2025) pagi.
Rakernas JKPI kali ini mengangkat tema "Resiliensi Kawasan Cagar Budaya Guna Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan". Acara yang berlangsung pada 5-9 Agustus 2025 ini dihadiri oleh 56 kepala daerah se-Indonesia.
Dalam sambutannya, Sri Sultan mengatakan, JKPI memiliki peran strategis sebagai lokomotif dalam melestarikan pusaka Indonesia. Ia percaya kehadiran JKPI bisa menjadi penjaga pusaka dan juga penggerak yang mampu menempatkan warisan sebagai sumber daya nilai dalam membentuk masa depan kota.
Sultan menambahkan, Rakernas JKPI menjadi wadah untuk bertukar praktik baik sekaligus menjadi ruang refleksi yang jujur dan mendalam. Ia menyebut ada sejumlah tantangan dalam merawat dan melestarikan pusaka, yang tentunya berbeda pada saat ini dengan satu dekade lalu. Sebab, pendekatan pelestarian pusaka yang dahulu berhasil, belum tentu masih relevan pada hari ini.
"Refleksi yang jujur artinya berani mengakui bahwa tidak semua pendekatan yang dulu berhasil, masih relevan hari ini. Dan refleksi yang mendalam, artinya bersedia menggali pertanyaan-pertanyaan yang mungkin tidak nyaman, namun perlu ditanyakan," ujarnya di hadapan seluruh peserta Rakernas JKPI.
Di akhir sambutannya, Sri Sultan mengajak peserta Rakernas JKPI 2025 untuk memantapkan arah bersama dalam melestarikan pusaka. "Mari pastikan bahwa Rakernas JKPI 2025 dapat memantapkan arah bersama, agar pelestarian yang kita lakukan bukan hanya reaktif, administratif atau simbolik, melainkan benar-benar menyentuh jantung kehidupan masyarakat," kata Sri Sultan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Presidium JKPI, Muhammad Yamin HR memberikan apresiasi kepada Yogyakarta yang telah menjadi tuan rumah Rakernas JKPI tahun ini. Menurutnya, Yogyakarta bukan hanya sebagai tuan rumah yang baik, tetapi juga tuan rumah yang menjadikan kekuatan ekonomi untuk memperkuat karakter lokal.
"Saya menyaksikan langsung bagaimana kota-kota di JKPI yang telah berupaya keras menjaga pusaka sejarah di tengah tekanan pembangunan dan sebagainya," ucapnya.
Ia berharap nantinya anggota JKPI semakin bertambah untuk sama-sama menjaga dan melestarikan pusaka yang ada di daerah masing-masing. (rohma)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....