Pembebasan Lahan Jembatan Sidabowa Masih Berproses
- 06 Agt 2025 05:53 WIB
- Purwokerto
KBRN,Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai memproses pembangunan jembatan permanen penghubung antara Desa Sidabowa dan Karanganyar, Kecamatan Patikraja. Jembatan baru ini dirancang menggantikan jembatan gantung sebelumnya yang dinilai kurang optimal dalam mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.
Menurut Rusli Kurnia, Penata Kelola Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum Banyumas, pembangunan jembatan ini merupakan usulan dari daerah yang kini sedang difasilitasi oleh Kementerian PUPR. Namun, pembangunan fisik belum bisa dimulai karena proses pembebasan lahan masih berlangsung.
“Jembatan ini akan menggunakan struktur rangka baja sebagai belagar (penopang utama). Total panjang ruas jalan dan jembatan yang akan dibangun sekitar 535 meter dengan lebar jalan mencapai 7 meter, naik signifikan dari lebar eksisting yang hanya sekitar 3 meter,” jelas Rusli.

Pilar utama jembatan hanya satu, dengan dua kepala jembatan di masing-masing sisi. Saat ini, pembebasan lahan di sisi Karanganyar telah selesai. Sementara di sisi Sidabowa, proses masih berjalan karena lokasi yang terdampak lebih kompleks, melibatkan pemukiman warga.
“Di Sidabowa, pembebasan lahannya lebih sulit karena ada banyak bangunan rumah warga. Jadi kita harus libatkan BPN dan tenaga appraisal untuk menilai luas tanah, bangunan, dan nilai kompensasinya,” terangnya.
Dari total panjang sekitar 535 meter, lahan yang dibebaskan mencakup 250 meter di sisi Sidabowa dan 150 meter di sisi Karanganyar. Estimasi total kebutuhan anggaran untuk pembangunan proyek ini mencapai Rp26 hingga Rp30 miliar, dengan perkiraan biaya pembebasan lahan mencapai belasan miliar.
Untuk tahap awal, dana sebesar Rp5,9 miliar sudah disiapkan. Namun, Pemerintah Pusat hanya akan mencairkan bantuan pembangunan fisik apabila seluruh lahan yang dibutuhkan sudah bebas.
Rencananya, jembatan ini tidak akan dilengkapi trotoar karena bukan berada di jalur perkotaan. Fokus pembangunan lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas antarwilayah agar masyarakat bisa menyeberang dengan aman dan nyaman.
Jembatan permanen ini diharapkan dapat memperlancar arus transportasi dan meningkatkan mobilitas warga di dua desa. (Damara Sakti)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....