Peran Keluarga Cegah Bunuh Diri Remaja di Bali
- 04 Agt 2025 05:29 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar : Keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental anggota keluarga dan mencegah terjadinya bunuh diri pada remaja. Kasus bunuh diri di kalangan remaja belakangan ini cukup meningkat di Bali serta menuntut perhatian lebih dari keluarga dan masyarakat.
Demikian disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Gusti Agung Istri Purwati,S.Sos., M.Fil.H., ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas baru – baru ini di Programa 4 RRI Denpasar. Ia juga mengatakan bahwa stres berat pada remaja kerap dipicu konflik keluarga dan minimnya komunikasi sehari-hari, sehingga pelarian remaja terkadang melakukan hal – hal yang negatif.
“banyak anak remaja cenderung menyimpan perasaan, karena tidak merasa mendapat ruang untuk bercerita bahkan di lingkungan keluarga” ujar Purwati.
Purwati menambahkan menurut ajaran Hindu, bunuh diri tidak menyelesaikan masalah, bahkan memperburuk perjalanan jiwa dan menambah karma buruk. Jiwa yang bunuh diri akan terlunta-lunta hingga waktunya di dunia benar-benar berakhir.
Diungkapkan Purwati, remaja yang jauh dari sembahyang cenderung rentan terhadap tekanan mental karena kehilangan arah spiritual. Solusi utamanya adalah membangun komunikasi terbuka dan mengajak anak mendekatkan diri pada Tuhan.
Purwati menekankan pentingnya orang tua mengajak anak sembahyang bersama dan berbagi cerita karena bisa memperkuat hubungan keluarga secara emosional dan spiritual. Hal sederhana ini dapat mencegah anak merasa sendirian saat menghadapi tekanan. “Jangan biarkan anak menghadapi masalah sendiri, dampingilah mereka dengan cinta dan kekuatan spiritual, dengan sembahyang bersama dan melukat bisa menyegarkan batin dan menciptakan kedamaian jiwa bagi seluruh anggota keluarga” tutup Purwati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....