Ratusan Layangan Hiasi Langit Kebon Sari Kite Festival

  • 21 Jul 2025 09:06 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Jembrana: Sirkuit All in One Pengambengan kembali menjadi saksi meriahnya tradisi layangan Bali. Sebanyak 471 layangan dari berbagai jenis dan ukuran turut memeriahkan Kebon Sari Kite Festival ke-4 tahun 2025 yang digelar Sekaa Kebon Sari, Kelurahan Baler Bale Agung, pada Minggu (20/7/2025) kemarin. Langit pesisir Pantai Pengambengan pun dihiasi indah oleh ragam layangan yang mengudara selama festival berlangsung.

Lomba layangan ini bukan sekadar ajang permainan, melainkan bagian dari upaya pelestarian tradisi budaya yang memiliki makna spiritual dan sosial mendalam bagi masyarakat Bali. I Gede Darmika, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Kelembagaan, dan Sumber Daya Manusia, usai membuka festival mengungkapkan antusiasmenya. "Setiap sekaa di Jembrana mulai mengadakan festival layangan yang dipusatkan di sirkuit ini secara bergantian," ujarnya.

Antusiasme peserta tak hanya datang dari Jembrana, tetapi juga dari luar daerah seperti Tabanan dan Denpasar. Dengan kategori "open" dari festival layangan yang memungkinkan siapa saja untuk berpartisipasi dan berbagi informasi lomba.

Darmika menambahkan, sejak Juni hingga Juli 2025, sudah ada empat komunitas Sekaa Layangan yang menggelar lomba di sirkuit ini, termasuk Suna Kite Festival (15 Juni), Damuh Langit Kite Festival (22 Juni), Banyubiru Kite Festival (6 Juli), dan terakhir Kebon Sari Kite Festival (20 Juli). Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jembrana juga akan menggelar festival serupa pada Agustus mendatang, bertepatan dengan HUT Kota Negara.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana berkomitmen untuk terus mendukung hobi dan bakat generasi muda dalam melestarikan tradisi layangan ini. Sirkuit All In One Desa Pengambangan telah disiapkan sebagai pusat kegiatan dengan fasilitas yang memadai.

"Pemerintah daerah mensupport dengan memberikan ruang untuk melestarikan tradisi melayangan," jelas Darmika, seraya menambahkan bahwa Bupati Jembrana juga mendukung penuh event lomba layangan, baik dari segi sarana prasarana maupun dana.

Peran komunitas layang-layang di Jembrana menjadi krusial dalam menjaga agar tradisi ini tetap hidup dan menjadi bagian penting dari warisan budaya Bali. Lebih dari itu, tradisi layang-layang juga berpotensi menjadi daya tarik wisata, tak hanya sebagai permainan dan pelestarian budaya, tetapi juga sebagai magnet bagi wisatawan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....