SMPN 9 Kota Serang Evaluasi Eskul Usai Dugaan Pelecehan

  • 23 Jul 2025 22:15 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang : SMP Negeri 9 Kota Serang memperketat pengawasan kegiatan ekstrakurikuler usai terungkapnya dugaan kasus pelecehan seksual oleh oknum guru terhadap sejumlah alumni. Peristiwa tersebut terjadi saat korban masih aktif mengikuti kegiatan tambahan di luar jam sekolah.

Kepala SMPN 9 Kota Serang, Gaosul Alam, menyampaikan laporan resmi baru diterima pihak sekolah pada 10 Juni 2025. Para korban diketahui telah lulus dan menyampaikan pengaduan melalui perwakilan keluarga. Selama menjadi siswa, tidak satu pun korban berani berbicara.

“Waktu mereka masih di sini tidak ada laporan. Baru setelah mereka SMA ada perwakilan orang dewasa yang menyampaikan ke sekolah,” ucapnya Rabu (23/7/2025).

Gaosul menuturkan, pelaku merupakan guru prakarya sekaligus pelatih kegiatan ekstrakurikuler yang berlangsung hingga sore hari. Ia mengakui minimnya pendampingan dari pihak guru membuka celah terjadinya pelanggaran. Pengawasan dinilai lemah karena sebagian besar guru telah meninggalkan sekolah setelah jam belajar berakhir.

“Jam belajar selesai pukul 15.00, sementara kegiatan ekskul bisa berjalan sampai pukul 17.00 bahkan lebih. Saat itu guru sudah tidak ada di sekolah, ini yang sedang kami evaluasi,” katanya.

Pelaku telah dipindah tugaskan ke SMP Satap Curug sejak 14 Juli dan dinonaktifkan dari tugas mengajar. Proses pemeriksaan administratif masih berlangsung di BKPSDM dan Inspektorat Kota Serang, sementara rekomendasi pemecatan menunggu keputusan final.

"Kami tunggu hasil dari BKPSDM dan Inspektorat, arahan Pak Wali juga sudah jelas,” kata Gaosul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....