Trend S-Line, Garis Merah diatas Kepala Berdampak Buruk

  • 19 Jul 2025 10:24 WIB
  •  Sampang

KBRN, Sampang: Beberapa hari terakhir, media sosial tengah ramai mengenai trend baru yakni garis merah di atas kepala atau disebut S-Line. Trend ini mulai heboh dan banyak diikuti oleh warganet khususnya di aplikasi Tiktok dan X. Munculnya trend ini diawali dengan viralnya drama Korea terbaru yang berjudul S-Line.

Makna dari S-Line itu sendiri bermula dari potongan video drama korea tersebut, dimana dalam dunia S-Line, garis merah diatas kepala seseorang menandakan seberapa banyak orang tersebut melakukan hubungan intim. Bahkan tak hanya jumlah namun juga terlihat dalam potongan video tersebut jika dua orang yang pernah melakukan hubungan intim berada disekitar, garis merah itu akan saling terhubung.

Sejak viralnya trend S-Line banyak warganet yang ikut meramaikan trend tersebut. Hal ini pun dinilai berdampak buruk bagi masyarakat, karena mengungkap aspek pribadi mereka ke ruang publik bahkan jika diantara mereka yang mengikuti trend ini belum menikah. Dampak negatif lainnya yakni kurangnya kesadaran akan batasan privasi mereka dalam bermedia sosial khususnya generasi muda.

“Hal ini dapat memicu pandangan buruk masyarakat, bahkan sampai anak-anak muda juga ikut dalam trend ini padahal mereka belum menikah. Niatnya seru-seruan tapikan ini juga sebenarnya aib mereka,” ungkap Sri Wahyuni kepada RRI.co.id, guru SMA di Kabupaten Sampang, Sabtu (19/7/2025).

Tak hanya itu, Yuni sapaan akrabnya juga menghimbau kepada anak-anak muda untuk bisa memilih trend mana yang bisa diikuti dan tidak berakibat buruk bagi pandangan masyarakat.

“Saya harap anak-anak muda bisa lebih selektif lagi mengikuti trend yang menjadi viral di media sosial. Jangan karena sedang ramai dimedsos sampai viral, malah diikuti tanpa tahu akibat yang ditimbulkan,” ujarnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....