Sultan Melvin Ajak Mahasiswa Kawal Demokrasi dan Kebangsaan
- 30 Jun 2025 12:49 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Anggota DPD RI asal Kalimantan Barat, Syarif Melvin Alkadrie, mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk aktif mengawal demokrasi serta menjaga nilai-nilai kebangsaan. Ajakan itu disampaikan oleh Sultan ke-9 Pontianak ini dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Pontianak pada Kamis (26/6/2025).
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Pontianak, Faudzen, serta ratusan mahasiswa. Dalam paparannya, Sultan Melvin menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mempertahankan semangat nasionalisme, terutama di tengah gempuran arus globalisasi dan perkembangan digital.
“Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, dan berani menjaga nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” kata Sultan Melvin dalam sambutannya.
Sultan Melvin mencontohkan kontribusi besar Kalimantan Barat dalam sejarah bangsa, salah satunya melalui tokoh nasional asal Pontianak, Sultan Abdul Hamid II, yang dikenal sebagai perancang lambang negara Garuda Pancasila.
“Kita patut bangga, Kalimantan Barat memiliki tokoh seperti Sultan Abdul Hamid II. Ini bukti bahwa daerah kita punya peran besar dalam sejarah bangsa,” ujarnya.
Sultan Melvin juga menjelaskan jika Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus dipahami, diamalkan, dan dijaga oleh semua lapisan masyarakat, terlebih oleh kaum muda.
“Mahasiswa bukan hanya agen perubahan, tapi juga penjaga masa depan bangsa,” tegasnya.
Sultan Melvin mendorong generasi muda untuk tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mengintegrasikannya dengan budaya lokal demi memperkuat semangat nasionalisme dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Keberagaman adalah kekuatan kita. Ketika kita bisa saling menghargai, maka kita akan menjadi bangsa yang kuat dan harmonis,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Sultan Melvin berharap mahasiswa semakin mencintai tanah air, menjaga persatuan, serta aktif melawan ancaman disinformasi dan perpecahan sosial di era digital.
“Sosialisasi ini menjadi ajang refleksi dan penyegaran nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....