UNU Kalbar–DEN Gelar Seminar Nasional, Dorong Transisi Energi Terbarukan di Kalbar
- 18 Apr 2026 20:48 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (UNU Kalbar) bersama Dewan Energi Nasional (DEN) menggelar Seminar Nasional Energi Terbarukan yang diikuti mahasiswa dan pelajar di Kota Pontianak, Sabtu 18 April 2026.
Kegiatan ini menekankan pentingnya percepatan transisi energi menuju sumber yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Rektor UNU Kalbar, Sukino, menegaskan bahwa energi terbarukan menjadi pilihan utama dibandingkan energi konvensional yang berdampak pada lingkungan. Ia menyebut keterlibatan kampus dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sebagai Green Campus.
“Energi terbarukan menjadi pilihan utama daripada energi yang berdampak pada lingkungan. UNU Kalbar sebagai mitra DEN diharapkan menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Sukino menambahkan, Kalimantan Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, terutama biomassa yang didukung ketersediaan sumber daya alam. Selain itu, energi nuklir juga dinilai sebagai opsi masa depan yang efisien, meskipun masih memerlukan sosialisasi luas kepada masyarakat.
“Kampus ingin memfasilitasi pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan energi nuklir. Ini perlu proses, masyarakat harus mengetahui manfaat dan risikonya,” kata dia.
Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional, Muhammad Kholid Syeirazi, menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Menurutnya, selain jumlahnya terbatas, energi fosil juga memiliki dampak lingkungan yang besar.
“Indonesia sudah berkomitmen dalam Paris Agreement untuk mencapai net zero emission pada 2070. Artinya, penggunaan energi fosil harus ditekan dan diimbangi dengan teknologi rendah karbon,” jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi besar Kalimantan Barat dalam energi surya karena berada di garis khatulistiwa. Namun, pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) masih menghadapi tantangan teknologi dan penyimpanan energi.
“Kalbar ini ‘sultan’ energi surya karena ini jalur khatulistiwa. Tapi pemanfaatannya harus didukung Battery Energy Storage System agar bisa digunakan 24 jam,” ujarnya.
Selain surya, ia mengungkapkan potensi energi nuklir di Kalbar juga cukup besar, terutama dengan adanya cadangan uranium di Kabupaten Melawi yang telah teruji.
“PLTN di Kalimantan Barat sangat potensial. Bahkan bisa menjadi lokasi pembangunan PLTN pertama di Indonesia, dengan target operasi sekitar tahun 2035,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menyatakan pemerintah daerah mendukung upaya transisi energi melalui berbagai program, termasuk penggunaan lampu jalan tenaga surya di sejumlah titik kota.
“Kami mendorong penggunaan energi secara efisien, termasuk pemanfaatan tenaga surya. Ini juga bagian dari edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi menjadi kunci dalam mendorong adopsi energi baru, termasuk kendaraan listrik yang masih memerlukan peningkatan kepercayaan publik.
Melalui seminar ini, diharapkan mahasiswa sebagai generasi muda dapat memiliki pemahaman yang lebih baik terkait efisiensi energi dan berperan aktif dalam mendukung transisi energi nasional menuju sumber yang lebih berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....