Melihat Tradisi 'Suroan' di Tahun Baru Islam
- 26 Jun 2025 13:10 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Tahun Baru Islam atau biasa juga disebut Malam 1 Suroan, bagi sebagian masyarakat Jawa tidak hanya menjadi momen refleksi spiritual, tapi juga dirayakan dengan berbagai tradisi khas di sejumlah daerah di Jawa dan umumnya oleh umat muslim Indonesia.
Setiap daerah punya cara unik dan bermakna untuk menyambut datangnya tahun baru Islam dalam kalender Hijriah. Tradisi-tradisi ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai keislaman, tapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara. Berikut ini 10 tradisi Tahun Baru Islam yang dikutip dari pemberitaan ANTARA:
1. Mabit di masjid
Menjelang 1 Muharram, banyak umat Muslim melakukan mabit (menginap malam) di masjid. Kegiatan ini biasanya mencakup istighosah, pembacaan doa akhir tahun, dilanjutkan pengajian dan doa awal tahun dengan tujuan memperkuat iman serta meningkatkan takwa.
2. Pawai obor
Menjelang malam Tahun Baru Islam, anak-anak dan remaja mengarak obor keliling kampung sambil melantunkan shalawat. Tradisi ini mempererat kebersamaan dan semangat keislaman warga.
3. Bubur Suro
Di Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah, masyarakat membuat bubur merah dan putih secara gotong royong. Setelah doa bersama, bubur ini disantap bersama sebagai simbol rasa syukur serta mempererat silaturah.
4.Kirab Kebo Bule
Di Solo, pada malam 1 Suro (Tahun Baru Jawa–Hijriah), diadakan kirab kerbau albino (kebo bule) milik Keraton Surakarta sebagai bagian dari rangkaian ritual budaya Islam.
5. Tabuik
Di Pariaman, Sumatera Barat, tradisi tabuik berupa replika buraq diarak keliling menjelang atau pada 10 Muharram. Puncak acaranya dilanjutkan dengan prosesi laut sebagai penghormatan terhadap Imam Husain.
6. Tapa Bisu
Di Yogyakarta, masyarakat melakukan tapa bisu—berjalan tanpa bicara mengelilingi keraton sejauh beberapa kilometer—dengan hati tenteram sebagai wujud refleksi diri saat pergantian tahunt.
7. Sedekah Gunung Merapi
Warga Desa Lencoh, Boyolali, menggelar sedekah dengan membuat gunungan hasil bumi, mengarak kepala kerbau, dan melarungnya ke puncak Gunung Merapi sebagai doa syukur dan memohon keselamatan.
8. Ngadulang / Ngadulag
Di Sukabumi dan komunitas Sunda lainnya, diadakan lomba tabuh bedug atau bedug massal sebagai tanda awalan Tahun Baru Islam dan pengingat semangat keagamaan.
9. Ziarah makam
Di Magelang, masyarakat melakukan ziarah ke makam leluhur (misalnya di Gunung Tidar), mendoakan mereka sambil merenung dan memulai tahun baru dengan tenang dan penuh harapan.
10. Mubeng Benteng / Kirab 1 Suro
Di Keraton Yogyakarta maupun Solo, warga melakukan kirab pusaka atau ritual mengelilingi benteng tanpa suara (mubeng benteng), sebagai bentuk penghormatan dan refleksi spiritual pada malam 1 Suro.
Beragamnya cara menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia menunjukkan betapa eratnya nilai agama dan budaya dalam kehidupan masyarakat. Tradisi-tradisi tersebut bukan hanya sekadar seremoni, tapi juga sarana mempererat silaturahmi, mengenang sejarah, hingga menjaga kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Semangat hijrah di awal tahun baru ini diharapkan membawa kebaikan, ketenangan, dan semangat baru bagi seluruh umat Muslim di Tanah Air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....