10 Jenis Jilbab di Dunia Muslim
- 30 Mei 2025 07:40 WIB
- Toli Toli
KBRN,Tolitoli: Jilbab adalah penutup kepala yang digunakan oleh perempuan Muslim untuk menutupi aurat, yang menjadi bagian penting dari ajaran Islam. Meskipun memiliki fungsi yang sama, jilbab di berbagai negara dan budaya memiliki variasi yang menarik. Setiap jenis jilbab memiliki ciri khas sesuai dengan kebiasaan dan tradisi lokal masing-masing. Mengutip dari beberapa artikel, Berikut adalah beberapa macam jilbab yang ada di dunia:
1. Hijab (Umum di Dunia Muslim)
Hijab adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut penutup kepala yang menutupi rambut, leher, dan sering kali bagian dada. Bentuknya bervariasi, namun yang paling sering terlihat adalah kerudung segi empat atau persegi panjang yang dililitkan di kepala. Hijab biasanya dipadukan dengan pakaian longgar dan menutupi seluruh tubuh.
2. Niqab (Populer di Timur Tengah)
Niqab adalah jilbab yang menutupi wajah, hanya menyisakan bagian mata yang terlihat. Niqab sangat populer di negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Yaman. Bagi sebagian perempuan, niqab adalah pilihan untuk menjaga privasi dan kehormatan.
3. Chador (Populer di Iran)
Chador adalah jilbab panjang yang menutupi tubuh dari kepala hingga kaki. Jilbab ini biasanya berbentuk kain lebar yang membungkus tubuh dan dikenakan dengan cara dililitkan di kepala. Chador biasanya tidak memiliki celah di bagian depan, sehingga memberikan perlindungan penuh bagi pemakainya. Chador sering kali dikenakan oleh perempuan di Iran.
4. Al-Amira (Populer di Negara-negara Arab)
Al-Amira terdiri dari dua bagian, yaitu topi berbentuk seperti kaos yang menutupi rambut dan jilbab yang dikenakan di atasnya. Model ini lebih praktis karena tidak memerlukan cara ikat yang rumit, tetapi tetap menjaga aurat. Al-Amira banyak ditemukan di negara-negara seperti Mesir, Arab Saudi, dan negara-negara Teluk.
5. Shayla (Populer di Negara-negara Teluk)
Shayla adalah jilbab berbentuk panjang dan tipis, yang biasanya dikenakan dengan cara disampirkan di bahu atau dililitkan di kepala. Jilbab ini sangat populer di negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait. Shayla memberikan kesan elegan dan lebih ringan untuk dipakai sehari-hari.
6. Khimar (Populer di Turki dan Negara-negara Eropa)
Khimar adalah jilbab yang menutupi kepala dan leher, namun tidak menutupi wajah. Jilbab ini memiliki potongan yang lebih longgar dan sering dikenakan bersama dengan pakaian longgar lainnya. Khimar populer di Turki, juga di beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Belanda.
7. Burka (Populer di Afghanistan dan Pakistan)
Burka adalah jilbab yang paling tertutup, yang menutupi seluruh tubuh, termasuk wajah dan mata. Burka memiliki kisi-kisi atau jaring di bagian mata agar pemakainya bisa melihat. Di beberapa negara seperti Afghanistan dan Pakistan, burka adalah bagian dari kebiasaan budaya yang diterapkan oleh sebagian perempuan Muslim.
8. Tudung (Populer di Asia Tenggara)
Tudung adalah istilah yang digunakan di negara-negara seperti Malaysia, Indonesia, dan Brunei untuk menyebut jilbab yang menutupi kepala. Tudung biasanya lebih ringan dan dapat dikenakan dengan berbagai gaya, baik itu yang menutupi dada ataupun hanya menutupi kepala. Tudung lebih fleksibel dalam pemakaiannya dan sering dipadukan dengan pakaian tradisional atau modern.
9. Ciput (Digunakan untuk Dasar Jilbab)
Ciput adalah penutup kepala berbentuk seperti bandana yang sering digunakan di bawah jilbab, untuk memastikan rambut tertutup rapat dan mencegah jilbab terlepas. Ciput lebih banyak dipakai di Indonesia, Malaysia, dan negara Asia Tenggara lainnya sebagai dasar sebelum mengenakan jilbab.
10. Turban (Populer di Berbagai Negara)
Turban adalah model jilbab yang lebih modis dan bergaya. Dalam beberapa tahun terakhir, turban telah menjadi tren di banyak negara, baik di dunia Muslim maupun di luar dunia Muslim. Turban memiliki berbagai gaya dan cara mengenakan, namun umumnya dikenal karena desainnya yang lebih modern dan fashionable.
Meskipun setiap jenis jilbab memiliki gaya dan ciri khas yang berbeda, semuanya tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menutup aurat sesuai dengan ajaran Islam. Keanekaragaman jilbab ini mencerminkan kekayaan budaya dan cara perempuan Muslim mengekspresikan identitas serta keimanan mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....