Pesona Tari Pamonte dari Sulawesi Tengah
- 19 Mei 2025 09:53 WIB
- Palu
KBRN, Palu: Di tengah semarak budaya yang hidup di Sulawesi Tengah, Tari Pamonte hadir sebagai salah satu representasi kuat identitas perempuan Suku Kaili. Tarian tradisional ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan bentuk penghormatan terhadap tradisi bertani yang telah mengakar selama berabad-abad. Berawal dari daerah Parigi, Kabupaten Donggala, Tari Pamonte juga dikenal sebagai Tari Pomonte menggambarkan aktivitas para gadis Suku Kaili dalam menyambut musim panen. Nama "Pomonte" berasal dari bahasa Kaili Tama, di mana "Po" berarti pelaksana dan "Monte" berarti menuai. Dalam setiap geraknya, terselip kisah tentang kerja keras, kebersamaan, dan rasa syukur terhadap hasil bumi.
Para penari biasanya terdiri dari sekelompok perempuan muda yang Mengenakan busana tradisional berupa kebaya, sarung kain, kerudung, dan caping topi kerucut khas petani. Properti ini tidak hanya berfungsi estetis, melainkan juga simbolik, merepresentasikan peran penting perempuan dalam kehidupan agraris masyarakat Kaili. Dengan iringan syair dan alunan musik tradisional, gerakan Tari Pamonte dibuat lembut namun bertenaga, menirukan proses bertani mulai dari menanam hingga memanen. Harmoni gerak dan musik ini menciptakan suasana sakral sekaligus ceria, seakan mengajak penonton turut merasakan semangat panen dan kebersamaan.
Di tengah modernisasi yang terus berkembang, kehadiran Tari Pamonte tetap menjadi pengingat bahwa kearifan lokal adalah kekayaan yang tak tergantikan. Pemerintah daerah dan komunitas budaya terus mengupayakan pelestarian tarian ini melalui festival budaya, pelatihan di sekolah-sekolah, dan pertunjukan seni lokal.
Tari Pamonte bukan sekadar warisan budaya, tapi juga pesan abadi tentang perempuan, alam, dan kerja keras yang membentuk fondasi kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah. Melalui gerakan yang anggun dan penuh makna, Tari Pamonte mengajarkan kita untuk tidak melupakan akar dan menghargai setiap proses kehidupan setangkai padi yang dipetik, sejuta cerita yang dituturkan. Mengutip dari laman Pesonawisata.sultengprov.go.id. (ID)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....