Dana Nasabah BRI Raib, Pihak Bank Belum Beri Penjelasan
- 29 Mar 2025 14:53 WIB
- Toli Toli
KBRN, Tolitoli: Kasus hilangnya dana nasabah kembali terjadi di salah satu cabang Bank BRI yang berlokasi di Sandana, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Kejadian ini dialami oleh Teguh Arifianto, seorang nasabah BRI, yang kehilangan dana sebesar Rp6.730.000 dari rekeningnya tanpa diketahui penyebabnya.
Teguh menceritakan bahwa kejadian tersebut bermula setelah ia melakukan penyetoran di Bulog untuk pembayaran bahan Rumah Pangan Kita (RPK). Namun, pada sore harinya, ia menerima notifikasi dari Bank BRI yang menginformasikan adanya transaksi penarikan sebesar Rp6.730.000. Merasa tidak pernah melakukan transaksi tersebut, Teguh segera mendatangi Kantor BRI Sandana pada Kamis, 20 Maret 2025, untuk mengonfirmasi kejadian tersebut.
Setibanya di BRI Sandana, ia langsung bertemu dengan salah satu customer service (CS) bernama Cica. Namun, informasi yang diharapkan tidak diperoleh karena pihak bank melalui CS tersebut tidak bisa memberikan penjelasan yang memadai terkait hilangnya dana tersebut. Bahkan, menurutnya, pihak bank terkesan lepas tangan dalam menangani permasalahan ini.
Setelah seminggu tanpa kejelasan, Teguh memutuskan untuk mengungkapkan permasalahannya melalui media, dengan harapan Bank BRI dapat memberikan klarifikasi. Menindaklanjuti keluhan tersebut, media ini mencoba menemui pimpinan cabang BRI Sandana, Bahrun. Namun, menurut petugas keamanan di lokasi, pimpinan cabang tidak dapat ditemui karena sedang mengikuti pertemuan virtual dengan pimpinan BRI.
Tak berhenti di situ, media juga berupaya menghubungi Humas BRI Tolitoli, Wahyu. Melalui pesan singkat WhatsApp, Wahyu menyarankan agar pelaporan dilakukan langsung ke customer service pada hari kerja. "Bisa tapi hari kerja ya langsung ke customer service tanggal BRI masuk, atau hubungi 1500017," demikian isi pesan yang diterima.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Bank BRI terkait hilangnya dana Teguh Arifianto. Menanggapi peristiwa ini, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Provinsi Sulawesi Tengah, Hendri Zakaria Lamo, menegaskan bahwa pihak bank harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Ia menyoroti bahwa kasus seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi dan pihaknya telah beberapa kali membantu menangani kasus serupa.
"Dengan kembali terjadi kasus hilangnya dana nasabah di rekening BRI, kami mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih bank untuk menyimpan uang mereka. Bahkan, kami menyerukan agar masyarakat mempertimbangkan kembali untuk tetap menjadi nasabah BRI jika kejadian seperti ini terus berulang," ujar Hendri.
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus kehilangan dana yang dialami nasabah Bank BRI, dan publik masih menunggu klarifikasi serta solusi konkret dari pihak bank terkait permasalahan ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....