Peran Majelis Desa Adat dalam Penguatan serta Pelestarian Budaya dan Kearifan Lokal Bali
- 17 Feb 2025 08:24 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar : Majelis Desa Adat ( MDA ) Provinsi Bali berperan penting dalam penguatan dan pelestarian budaya serta kearifan lokal Bali. Lembaga ini memiliki tugas utama memfasilitasi desa adat untuk tetap melestarikan nilai – nilai budaya leluhur masyarakat Bali. Demikian disampaikan oleh Petajuh Bendesa Agung Baga 1 Majelis Desa Adat Provinsi Bali, IB. Purwa Sidemen, S.Ag.M.Si.,dalam program acara Rahina Ayu di Programa 4 RRI Denpasar, Jum’at, 14/2/2025.
Dijelaskan di Majelis Desa Adat ( MDA ) Provinsi Bali ada 6 Petajuh diantaranya :
Baga 1 membidangi agama dan seni tradisi
Baga 2 tentang kelembagaan
Baga 3 tentang hukum dan wicara
Baga 4 tentang pendataan
Baga 5 tentang perekonomian
Baga 6 terkait dengan kehumahasan .
Menurut Purwa Sidemen semua Baga mempunyai program jangka pendek, menengah dan panjang sesuai visi pemerintah Provinsi Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Banyak implementasi yang sudah dilakukan MDA, bahkan yang paling sering dihadapi terkait permasalahan di desa adat karena MDA memang sebagai lembaga yang memberikan fasilitas,menjembatani perkara - perkara ataupun permasalahan yang terjadi di desa adat kemudian dicarikan solusinya secara bersama – sama.
Purwa Sidemen menambahkan di Baga 1 MDA Provinsi Bali ada beberapa bidang yaitu bidang Agama, seni budaya, adat ,tradisi dan kearifan lokal. Oleh karena itu bidang ini mempunyai peranan yang penting dalam menjaga, mempertahankan dan melestarikan adat, budaya dan kearifan lokal yang sudah diwariskan secara temurun – temurun oleh leluhur masyarakat Bali.
“ inilah yang dijadikan pedoman untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat Bali yang sudah dipahami bersama tertuang salah satunya dalam konsep Tri Hita Karana. Salah satu fokus utama MDA adalah memperkuat identitas budaya masyarakat Bali dengan memberikan dukungan regulasi dan pendampingan desa adat dalam berbagai kegiatan adat” ujarnya.
Purwa Sidemen mengungkapkan MDA baik di tingkat Provinsi, kabupaten dan kecamatan, juga mendorong pelestarian tradisi yang beragam, seperti upacara keagamaan serta seni tradisi, dengan tujuan agar generasi muda tetap memahami dan menghargai serta melestarikan warisan budaya Bali.
Dijelaskan MDA juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari – hari, upaya ini dilakukan untuk memperkuat identitas budaya dan menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Selain itu program MDA juga berkaitan dengan pelestarian lingkungan sesuai dengan konsep Tri Hita Karana yaitu terkait pengelolaan sampah berbasis sumber.
“ MDA ketika turun ke desa adat juga menyelipkan edukasi kepada masyarakat untuk memilah sampah dari rumah tangga dan lebih peduli dengan penanganan sampah upakara agar lebih optimal. Jadi MDA terus berkomitmen dan menjalankan program – program secara simultan dalam penguatan dan pelestarian budaya serta kearifan lokal Bali” tutup Purwa Sidemen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....