Banjir Melanda Pelalawan, 18 Desa Terdampak
- 21 Jan 2025 14:15 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pelalawan: Dibukanya pintu waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar menyebabkan meluapnya Sungai Kampar hingga merendam 18 desa dan kelurahan di 6 Kecamatan di Pelalawan, yakni Kecamatan Pangkalan Kerinci, Langgam, Pelalawan, Bandar Sei Kijang, Ukui, dan Pangkalan Kuras.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan mengungkapkan ketinggian air sungai Kampar di Pelalawan saat ini mencapai 3,96 meter, naik 15 cm dari batas normal. Akibatnya 3.537 kepala keluarga (KK) atau sekitar 12.105 jiwa terdampak banjir.
"Saat ini banjir merendam 18 desa/ kelurahan di 6 kecamatan di Pelalawan. Ketinggian air di sungai Kampar naik 15 cm dari batas normal menjadi 3,96 meter" kata Zulfan, Selasa (21/1/2025).
Sebagai langkah darurat, BPBD berencana mendirikan tenda pengungsian di kawasan Jalan Koridor RAPP. Lokasi tersebut dipilih untuk memudahkan akses evakuasi dan distribusi bantuan. "Hari ini kami akan mendirikan tenda pengungsian di Jalan Koridor RAPP untuk menampung warga terdampak, terutama mereka yang rumahnya tidak bisa dihuni akibat banjir," tambah Zulfan.
Sementara itu, di Desa Kemang, tepatnya di Jalan Lintas Timur Sumatera, air mulai menggenangi ruas jalan dengan ketinggian sekitar 20 cm. Meski kendaraan masih bisa melintas, warga diminta berhati-hati karena genangan air berpotensi meningkat.
"Kondisi saat ini masih terkendali, namun kami terus memantau karena debit air Sungai Kampar masih fluktuatif," ujarnya.
BPBD Pelalawan bersama TNI, Polri, dan relawan terus bersiaga di lapangan untuk memantau situasi dan memberikan bantuan. Zulfan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera mengungsi jika air terus naik.
"Kami berharap warga mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama, terutama dengan cuaca yang masih tidak menentu," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....