BMKG Pekanbaru Peringatkan Hujan Lebat di Delapan Wilayah Riau
- 12 Jun 2026 11:20 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Riau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Jumat 12 Juni 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda delapan kabupaten dan kota.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah, mengatakan kondisi cuaca tersebut diprakirakan berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kampar, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, serta Kota Dumai.
"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Riau," ujarnya.
Berdasarkan pemantauan BMKG, sejak pagi hari sebagian besar wilayah Riau telah diselimuti kondisi udara kabur hingga berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga terpantau mengguyur sejumlah daerah, termasuk Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kuantan Singingi.
Meski cuaca pada siang hingga malam hari diprakirakan berubah menjadi cerah berawan hingga berawan, peluang hujan masih berpotensi terjadi secara lokal di beberapa wilayah seperti Kabupaten Pelalawan, Bengkalis, Siak, Kampar, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai.
Sementara itu, pada dini hari nanti kondisi udara kabur diperkirakan kembali mendominasi wilayah Riau. Hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi.
BMKG mencatat suhu udara di Riau hari ini berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan antara 10 hingga 35 kilometer per jam.
Untuk sektor maritim, BMKG menyebut kondisi perairan di wilayah Riau masih relatif aman. Tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada dalam kategori rendah.
Di tengah potensi hujan yang melanda sejumlah wilayah, BMKG juga terus memantau perkembangan titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera. Berdasarkan data satelit, jumlah hotspot di Sumatera mencapai 122 titik yang tersebar di berbagai provinsi.
Provinsi Sumatera Selatan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 57 titik. Disusul Lampung 18 titik, Bangka Belitung 16 titik, Jambi 13 titik, Aceh 8 titik, Bengkulu 6 titik, Sumatera Utara 2 titik, dan Sumatera Barat 1 titik.
Sementara di Provinsi Riau, BMKG mendeteksi satu titik panas yang berada di wilayah Kota Dumai. Meski jumlahnya masih relatif rendah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama pada kawasan yang rentan mengalami kekeringan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi guna mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan oleh hujan lebat, petir, maupun angin kencang yang berpotensi terjadi sepanjang hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....