Banjir Rendam 89 Desa di HSU, Ribuan Warga Terdampak
- 07 Jan 2025 09:55 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Amuntai: Banjir yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, masih belum surut hingga sepekan terakhir. Sebanyak 89 desa di sembilan kecamatan terendam banjir akibat meluapnya beberapa sungai besar di wilayah tersebut.
Banjir yang terjadi sejak akhir Desember 2024 ini membuat aktivitas warga terganggu dan memicu kerusakan di berbagai fasilitas umum. ilayah Hulu Sungai Utara yang berupa dataran rendah memang menjadi pertemuan sejumlah sungai besar seperti Sungai Balangan, Sungai Nagara, dan Sungai Tabalong.
Selain itu, wilayah ini juga dilintasi oleh Sungai Barito yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah, kondisi tersebut membuat daerah ini rawan banjir, terutama saat musim hujan. Dalam hal ini, Plt Kepala BPBD HSU Faried Farmansyah, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Sugianor mengatakan, banjir merendam daerah rawa dan dataran rendah dengan ketinggian air bervariasi.
"Di beberapa lokasi, banjir mencapai 1 meter sehingga merendam rumah warga, sementara di jalan-jalan desa, ketinggian air berkisar antara 30 cm hingga 50 cm. Banjir ini membuat mobilitas warga terhambat dan memengaruhi aktivitas sehari-hari,” ujarnya, Selasa (7/1/2025)
BPBD HSU mencatat hingga kini ada 4.757 rumah warga yang terendam banjir dengan jumlah korban terdampak mencapai 5.609 keluarga atau sekitar 15.952 jiwa. Selain itu, 40 sekolah, 41 tempat ibadah, dan 10 fasilitas kesehatan juga ikut terendam air, kondisi ini membuat pemerintah daerah harus bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Sugianor menjelaskan bahwa BPBD sudah menyalurkan bantuan sejak 26 Desember 2024. Adapun paket bantuan tersebut berisi mie instan, sarden, minyak goreng, gula pasir, dan kudapan.
“Hingga Senin kemarin, sebanyak 2.213 paket bantuan telah disalurkan kepada warga terdampak. Proses distribusi bantuan ini dilakukan oleh relawan yang dibantu aparat desa dan anggota kepolisian,” ucapnya.
Dengan demikian, pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang menghadapi musibah banjir. Dimana bencana ini hampir setiap tahun melanda wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....