Muncul Sejumlah Air Terjun di Lerang Gunung Agung Akibat Curah Hujan Tinggi
- 14 Des 2024 16:41 WIB
- Denpasar
KBRN, Karangasem : Cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan yang tinggi tidak hanya menimbulkan bencana hidrometeorologi di Karangasem. Dengan tingginya intensitas curah hujan yang melanda Gumi Lahar beberapa minggu belakangan ini turut memunculkan sejumlah fenomena alam salah satunya air terjun di lereng Gunung Agung Karangasem.
Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa dikonfirmasi RRI di Karangasem, Sabtu (14/12/2024) membenarkan, munculnya fenomena sejumlah air terjun dadakan di lereng Gunung Agung, Karangasem. Ia menjelaskan, fenomena alam ini sejatinya rutin terjadi saat cuaca ekstrem melanda Karangasem akibat derasnya curah hujan dengan durasi yang cukup lama. Menurut Ida Bagus Arimbawa, Gunung Agung memang memiliki sejumlah lembah aliran air yang akan terlihat seperti air terjun saat hujan deras di musim penghujan.
“Munculnya air terjun dadakan ini sebenarnya diakibatkan oleh faktor – faktor penghambat yang ada di lembah – lembah Gunung Agung itu seperti material pasir kemudian juga semak – semak sudah bersih. Dengan tergerusnya penghalang – penghalang itu akan terlihat batu – batu yang ada di lembah – lembah Gunung Agung dan intesitas curah hujan juga sangat tinggi, sehingga aliran – aliran di lembah Gunung Agung yang tadinya tertutup material sekarang hanya batu – batu,sehingga aliran air sangat terlihat jelas dan meluncur seperti air terjun,“ ujar Ida Bagus Arimbawa.
Ida Bagus Arimbawa mengatakan, kendati terlihat indah, fenomena air terjun dadakan ini tetap harus diwaspadai masyarakat, karena berpotensi menimbulkan banjir bandang akibat derasnya aliran air. Ia menyebut, banjir bandang yang terjadi di wilayah Kubu hingga meluber ke jalan, akibat aliran air dari lereng Gunung Agung. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci menekan potensi dampak bencana saat cuaca ekstrem.
“Air ini akan mengalir dengan deras berupa banjir bandang ke wilayah – wilayah sungai kering yang pada saat musim kemarau sungai itu kering dan saat musim penghujan menjadi aliran banjir bandang dan ini yang harus diantisipasi,” pungkas Ida Bagus Arimbawa.
Fenomena air terjun dadakan yang muncul di Lereng Gunung Agung Karangsem sempat membuat heboh masyarakat. Lantaran kemunculan air terjun tersebut terjadi saat Gumi Lahar Karangsem dilanda cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi. BMKG Wilayah III Denpasar bahkan memprediksi air terjun dadakan itu muncul karena tanah di area tersebut sudah penuh menampung air dengan akumulasi air hujan dalam sepekan terakhir. Hal tersebut mengakibatkan air hujan yang turun menjadi aliran permukaan atau runoff menuju jalur sungai di sekitar Gunung Agung.
Air terjun dadakan tersebut terlihat di sejumlah titik salah satunya di jalur pendakian Pasar Agung dan mengalir di jalur - jalur lahar yang saat musim kemarau mengering. Meski air terjun dadakan itu menyajikan pemandangan menarik, namun hujan lebat berpotensi menimbulkan risiko yang mengakibatkan jalur pendakian menjadi lebih licin, tanah labil dan mengganggu jarak pandang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....