Kramaning Sembah dalam Persembahyangan Umat Hindu

  • 12 Des 2024 08:18 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar : Sembahyang bagi umat Hindu terdiri dari dua kata yaitu sembah yang berarti “sujud” , kemudian Hyang berarti yang dimuliakan dan disucikan. Dalam hal ini yang dimuliakan dan disucikan yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa. Persembahyangan dalam Bahasa sehari – hari umat Hindu di Bali sering disebut dengan “muspa, mabakti atau maturan “.

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Ketut Wintanaya, S.Ag., M.Pd.H., dalam program acara obrolan Komunitas beberapa waktu lalu di Programa 4 RRI Denpasar, mengatakan ritual persembahyangan umat Hindu sebagai wujud bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa disebut dengan Kramaning Sembah. Dalam Kramaning Sembah ini ada lima urutan yang dilaksanakan.

“ Dalam melaksanakan kramaning sembah ini tidak boleh keliru urutannya. Selain itu umat Hindu ketika akan melaksanakan persembahyangan tentunya sudah dalam keadaan bersih, rapi, suci pikiran dan fokus, serta sarana persembahyangan pun sudah harus siap yaitu bunga, dupa, dan kwangen” ujar Wintanaya.

Wintanaya menjelaskan urutan dan mantra Kramaning Sembah adalah sebagai berikut :

1. Sembah tanpa bunga “ Om Atma Tattvatma Soddha Mam Svaha “ ( Om Atma Atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba).

2. Menyembah Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Sang Hyang Aditya dengan sarana bunga. “ Om Adityasyaparam jyotih Rakta teja namo stute Svetapangkaja madhyasthah Bhaskarayo namo stute” ( Om Sang Hyang Widhi Wasa, sinar Surya yang maha hebat, engkau bersinar merah, hormat padaMu, Engkau yang berada di tengah – tengah teratai putih, hormat padaMu pembuat sinar).

3. Menyembah Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Ista Dewata dengan sarana bunga. " Om Namo devaya adhistanaya Sarva vyapi vai sivaya Padmasana Eka prathistaya Ardhanaresvarya namah svaha." ( Om Sang Hyang Widhi Wasa, hormat kami kepada Dewa yang bersemayam di tempat utama kepada Siwa yang sesungguhnya berada dimana - mana, kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat, kepada Ardhanaresvarya hamba menghormat).

4. Menyembah Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Pemberi Anugerah dengan menggunakan sarana Bunga. "Om Nugraha Manohara,Deva dattanugrahaka, Arcanam Sarva pujanam,Namah sarvanugrahaka, Om Deva Devi mahasiddhi yajnangga nirmalatmaka,Laksmi siddhisca dirgahayuh Nirvighna sukha vrddhisca." ( Om Sanghyang Widhi Wasa, engkau yang menarik hati,pemberi anugerah pemberian Dewa, pujaan dalam semua pujian,hormat padaMu pemberi semua anugerah. Kemahasidian Dewa dan Dewi, berwujud Yajna,pribadi suci,kebahagiaan,kesempurnaan,panjang umur,kegembiraan dan kemajuan).

5.Menyembah Tanpa Bunga " Om Deva Suksma Paramacintya Namah Svaha." ( Om Sanghyang Widhi Wasa, hormat pada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi,yang maha gaib).

Setelah melaksanakan persembahyangan dengan Kramaning Sembah, dilanjutkan dengan memohon Tirta ( air suci). Adapun doa ketika metirtha : " Om Ang Brahma amrta ya namah, Om Ung Visnu amrta ya namah, Om Mang Isvara amrta ya namah. ( Ya Tuhan, dalam wujud Brahma, Ya Tuhan dalam wujud Visnu, Ya Tuhan, dalam wujud Isvara, Anugerahkan air suci kepada hamba).


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....