Fakta Menarik Bahasa Esperanto yang Belum Mendunia

  • 12 Nov 2024 08:55 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Penulis asal Inggris J.R.R. Tolkien menuangkan imajinasi serta ragam bahasa buatan dalam novel fiksi The Lord of The Rings. Cerita The Lord of The Rings disampaikan dengan beragam bahasa seperti valarin, dwarvish, bahasa orc, serta jenis lainnya, membuat alur cerita fiksi kian menarik. Tidak hanya dalam film, manusia pun pernah secara nyata menciptakan Bahasa untuk menyatukan dan mempermudah komunikasi orang-orang yang memiliki bahasa ibu berbeda-beda.

Bernama bahasa Esperanto, diciptakan pada tahun 1887 oleh L.L. Zamenhof yang berasal dari Polandia (saat itu merupakan Kekaisaran Rusia). Kata ‘esperanto’ berasal dari bahasa Latin yang berarti ‘orang yang berharap’ atau ‘penuh harapan’. Bahasa ini dimaksudkan untuk menjadi bahasa kedua universal untuk komunikasi internasional, atau "bahasa internasional" (la Lingvo Internacia). Zamenhof pertama kali menjelaskan bahasa ini dalam buku Dr. Esperanto's International Language (Esperanto: Unua Libro), yang diterbitkannya dengan nama samaran Doktoro Esperanto. Pengguna awal bahasa ini menyukai nama Esperanto dan segera menggunakannya untuk menyebut bahasanya.

Di antara berbagai bahasa buatan, Esperanto menempati posisi tengah antara bahasa "naturalis", yakni meniru bahasa alami yang sudah ada dan a priori, yaitu di mana fitur-fiturnya tidak didasarkan pada bahasa yang sudah ada. Kosa kata, sintaksis, dan semantik Esperanto sebagian besar berasal dari bahasa-bahasa dalam kelompok Indo-Eropa. Sebagian besar kosa katanya, sekitar 80%, berasal dari bahasa-bahasa Romansa, tetapi juga mengandung elemen yang berasal dari bahasa-bahasa Jermanik, Yunani, dan Slavia. Salah satu fitur paling menonjol dari bahasa ini adalah sistem derivasi yang luas, di mana awalan dan akhiran dapat digabungkan dengan bebas dengan akar kata untuk menghasilkan kata-kata baru, sehingga memungkinkan komunikasi yang efektif dengan jumlah kata yang lebih sedikit.

Bahasa Esperanto bersifat mudah dipelajari karena memiliki struktur tata bahasa yang sederhana dan konsisten. Tidak ada pengecualian dalam aturan tata bahasa, yang sering menjadi tantangan di bahasa alami. Kosa kata Esperanto sebagian besar berasal dari bahasa-bahasa Indo-Eropa, terutama bahasa-bahasa Romansa seperti Latin, Prancis, dan Spanyol, dengan tambahan elemen dari bahasa Jermanik dan Slavia. Ini membuat bahasa tersebut relatif mudah dikenali dan dipelajari oleh banyak penutur bahasa Eropa.

Esperanto adalah bahasa buatan internasional paling sukses, dan satu-satunya bahasa buatan dengan populasi penutur asli yang cukup besar, yang jumlahnya mungkin mencapai beberapa ribu orang. Perkiraan penggunaan sulit dilakukan, tetapi ada dua perkiraan yang menyatakan jumlah orang yang bisa berbicara Esperanto sekitar 100.000. Konsentrasi penutur tertinggi terdapat di Eropa, Asia Timur, dan Amerika Selatan. Meskipun tidak ada negara yang secara resmi mengadopsi Esperanto, Esperantujo ("tanah Esperanto") digunakan sebagai sebutan untuk tempat-tempat di mana bahasa ini digunakan. Bahasa ini juga memiliki kehadiran yang cukup besar di internet, karena semakin mudah diakses di platform seperti Duolingo, Wikipedia, Amikumu, dan Google Translate. Penutur Esperanto sering disebut "Esperantist" (Esperantistoj).

Seiring waktu, Esperanto bahkan memiliki beberapa ribu penutur asli, yaitu orang-orang yang belajar bahasa tersebut sejak kecil sebagai salah satu bahasa pertama mereka. Ini menjadikannya satu-satunya bahasa buatan dengan jumlah penutur asli yang cukup signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....