Banjir di Kabupaten Bone Bolango Telah Surut

  • 24 Okt 2024 04:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Banjir bandang yang melanda Kecamatan Kabila Bone dan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dilaporkan telah surut. Banjir bandang tersebut terjadi sejak Senin, 21 Oktober 2024, pukul 20:00 Wita.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, Zainal Amin mengatakan, saat ini sedang dilakukan pembersihan sisa-sisa material banjir.

"Priotitas utama adalah pembersihan sisa-sisa material banjir yang menghambat jalan raya Trans-Sulawesi, banjir bandang membawa material berupa kayu-kayuan, sampah, dan lumpur," ujarnya kepada Pro 3 RRI, Rabu (23/10/2024) malam.

Untuk sementara, kata Amin, jalan Trans-Sulawesi sudah dapat dilalui. Namun, masih diberlakukan buka tutup. Jalan Trans-Sulawesi ada dua.

"Satu jalan melalui pantai timur dan satu lagi melalui pantai utara. Kejadian banjir ini berada di jalan pantai timur menuju ke arah Bolaang Mongondow," ujarnya.

Dikatakannya, empat desa yang terdampak banjir saat ini juga dilakukan pembersihan material sisa banjir oleh pemilik rumah dibantu TNI, Polri, dan BPBD Bone Bolango. Namun, rumah-rumah yang terdampak banjir ini belum dapat ditempati, sehingga warga masih mengungsi ke rumah sanak-saudaranya.

"Sekitar 180 unit rumah terendam banjir, 10 unit rusak berat, serta 25 unit rusak ringan," ucapnya.

Amin menyebut, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menentukan langkah apakah rumah-rumah tersebut akan dibangun kembali atau direlokasi. Karena, masih banyak rumah warga yang berdiri di daerah rawan bencana.

"Meski demikian, relokasi merupakan opsi terakhir. Karena banyak warga yang enggan pindah dari tepat tinggal mereka saat ini," kata dia.

Ditambahkannya, selain hujan deras yang menyebabkan banjir, kontur tanahnya pun rawan longsor. "Di salah satu wilayah terdampak terdapat pertambangan galian C dan ini sedang kita tinjau kembali keberadaannya," ujarnya.

Pendangkalan pada muara sungai memperburuk keadaan hingga menyebabkan air sungai meluap ke permukiman warga.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, selain rumah warga, sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum ikut terdampak dan rusak akibat kejadian ini. Di antaranya, Kantor Desa Libungo, jembatan Desa Libungo, jembatan Desa Huangobotu, dan musala di Desa Huangobotu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....