Fenomena Langit Merah, Ini Kata BMKG
- 21 Okt 2024 20:43 WIB
- Tanjung Balai
KBRN, Tanjungbalai: Masyarakat Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan dihebohkan dengan langit berwarna merah. Fenomena tersebut terjadi selama dua hari yaitu 19-20 Oktober 2024.
Fenomena terjadi pada sore hari disaat matahari mulai terbenam dimulai pada pukul 17.30 WIB - 18.55 WIB.
Kepala BMKG Medan Provinsi Sumatera Utara Hendro Nugroho mengatakan, fenomenal terjadi diakibatkan banyaknya vertikal air (kelembaban tinggi) awan dan banyaknya debu di atmosfer.
“Pada kondisi matahari dekat horison, warna kemerahan masih dihamburkan oleh awan sehingga ber-superimpose dengan background biru langit, sehingga ilusi campuran kemerahan dan kebiruan menjadi keunguan atau orange,” ucap Hendro, Senin (21/10/2024).
Ia mengatakan, bahwa warna langit diatur ketinggian matahari, molekul dalam atmosfer bumi, panjang gelombang cahaya tampak. Selain itu, kepekaan mata manusia.
“Ketika matahari diatas (siang hari) atmosfer akan menghamburkan cahaya dengan gelombang terpendek yaitu biru dan ungu ke segala arah dan hal tersebutlah mengapa langit berwarna biru saat siang hari,” ujarnya.
Hendro menyampaikan, saat matahari dalam posisi rendah dilangit, sinar matahari akan melewati lebih banyak molekul atmosfer dan memantulkan cahaya biru. Cahaya biru yang terus menerus dipantulkan kemudian hilang dan yang tersisa adalah cahaya dengan panjang gelombang terpanjang yaitu cahaya merah.
“Inilah mengapa langit berwarna merah saat posisi matahari rendah yaitu saat pagi dan senja. Pada kondisi tertentu seperti saat musim hujan mendukung langit pada sore hari berwarna oranye atau keunguan bukan kemerahan,” kata Hendro Nugroho.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....