Guru Bahasa Inggris Karanglewas Belajar Buat Media Pembelajaran Digital

  • 02 Okt 2024 08:48 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah atau setingkat Sekolah Dasar di Kecamatan Karanglewas, tim dosen dan mahasiswa dari UNU Purwokerto dan Unsoed menggelar pelatihan penyusunan media pembelajaran berbasis digital bagi guru-guru Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Inggris Madrasah Ibtidaiyah di Karanglewas yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tahun Anggaran 2024. Kegiatan yang dirancang akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, sejak akhir Juli hingga pertengahan Oktober 2024 ini, berpusat di MI Ma’arif NU Sunyalangu, Karanglewas, Banyumas.

Kegiatan pelatihan ini dipimpin langsung oleh Asfi Aniuranti, S.Pd., M.A., dengan melibatkan dosen-dosen berpengalaman seperti Nuraini Muhassanah, S.Pd., M.Pd. dari UNU Purwokerto dan Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. dari Unsoed Purwokerto. Selain itu, dua mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris UNU Purwokerto, yaitu Nabilah Rizky Khumairo dan Alifia Nur Fauziah, juga turut aktif dalam kegiatan ini.

Untuk mengawali program pelatihan ini, pada hari Jum’at, 16 Agustus 2024, tim penyelenggara pelatihan ini membekali para guru dengan keterampilan dasar dalam memanfaatkan aplikasi Canva dan Kahoot untuk menciptakan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Materi pelatihan disampaikan secara rinci, mulai dari cara membuat akun, pengenalan fitur-fitur dasar hingga cara menggunakan fitur-fitur yang ada untuk membuat berbagai jenis media pembelajaran seperti presentasi, infografis, dan kuis interaktif.

“Untuk memastikan peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh saat pertemuan sebelumnya, tim penyelenggara memberikan pendampingan secara intensif melalui dua sesi pendampingan pada bulan September yaitu pada tanggal 5 – 6 September 2024. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu peserta pelatihan mengatasi kendala yang dihadapi dan memberikan arahan saat membuat media pembelajaran yang menarik. Para peserta terlihat antusias saat membuat media pembelajaran yang akan mereka gunakan dalam proses pembelajaran di kelas,” kata Asfi.

Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test yang dilakukan sebelum dan sesudah pendampingan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada kemampuan peserta dalam merancang media pembelajaran berbasis digital. Dengan begitu tim penyelenggara meyakini bahwa para peserta pelatihan mampu menggunakan aplikasi Canva dan Kahoot sebagai media pembelajaran bahasa Inggris di kelas.

Sampai pertengahan Oktober 2024, para guru diberi kesempatan untuk mengimplemetasikan media yang telah disusun yang akan diilanjutkan dengan proses evaluasi dampak penerapan media pembelajaran terhadap partisipasi dan motivasi siswa. Tim penyelenggara berharap, dengan adanya pelatihan ini, para guru dapat lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan materi pembelajaran bahasa Inggris. Penggunaan media digital yang menarik diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan pada akhirnya berdampak positif pada hasil belajar mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....