Mafindo: Klaim Serangan Israel ke Makkah Dipastikan Tidak Benar

  • 19 Apr 2026 19:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Masyarakat Anti Fitnah Indonesia memastikan informasi serangan ke Makkah adalah hoaks
  • Hasil verifikasi menunjukkan video merupakan serangan di Teheran, Iran
  • Klaim korban jamaah haji tidak sesuai fakta karena haji 2026 belum dimulai

RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) memastikan informasi mengenai serangan Israel ke Makkah yang menewaskan jamaah haji Indonesia tidak benar. Isu tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat menjelang musim haji.

Informasi tersebut muncul dari unggahan akun Facebook bernama Sukmana Wijaya yang menampilkan video dengan narasi yang menyesatkan. Unggahan itu menyebut bom Israel menghantam Mekah dan menewaskan puluhan orang yang sedang menjalankan ibadah haji.

“Kemarin 8 April mengunggah sebuah video dengan narasi sungguh mengerikan sekali bom Israel menyasar ke tempat Suci Makkah. Katanya puluhan orang dari Indonesia naik haji meninggal di tempat itu,” ujar Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho dalam program Cek Fakta Pro 3 RRI di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.

Ia menyebut unggahan tersebut telah mendapat cukup banyak perhatian dari pengguna media sosial. Konten itu sudah ditonton sebanyak 800 kali, serta telah dibagikan hingga 82 kali oleh pengguna lain.

Septiaji menjelaskan unggahan tersebut merupakan konten yang tidak benar setelah dilakukan penelusuran menggunakan berbagai alat verifikasi digital. Hasil pengecekan menunjukkan video tersebut memiliki konteks berbeda dari narasi yang beredar.

“Hasil penelusuran ini adalah video yang diunggah pada Maret 2026 kemarin. Jadi ini aslinya adalah konteksnya video serangan terhadap Ibu Kota Iran, yaitu Teheran,” katanya.

Ia menambahkan klaim mengenai korban jamaah haji juga tidak sesuai dengan fakta yang ada saat ini. Informasi resmi menyebut pelaksanaan ibadah haji 2026 belum dimulai, sehingga tidak ada jamaah yang berada di lokasi tersebut.

Ketua Mafindo ini mengatakan informasi tersebut juga telah diluruskan oleh Muhammadiyah dan juru bicara Kementerian Haji dan Umrah. “Bahwa ibadah haji tahun 2026 itu baru akan dimulai di 21 April,” ucapnya.

“Jadi tentu saja ini adalah belum ada orang Indonesia yang sudah berangkat haji ke sana itu belum ada. Jadi ini dua hal yang keliru di dalam konten ini yang ingin kita klarifikasi,” kata bung Jeck.

Mafindo mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi. Masyarakat juga diharapkan memanfaatkan sumber informasi resmi dan media kredibel untuk memastikan kebenaran suatu informasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....