Klaim Komandan Selat Hormuz Benci Indonesia, Mafindo Tegaskan Tidak Benar
- 11 Apr 2026 20:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho menyebut konten viral di platform X soal Selat Hormuz membenci Indonesia tidak didukung fakta kredibel
- Hasil penelusuran menunjukkan tidak ada pemberitaan valid yang membenarkan klaim tersebut meski konten telah ditonton lebih dari 102 ribu kali
- Pernyataan resmi Iran melalui Abbas Araghchi menegaskan pembatasan hanya berlaku bagi Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya terkait konflik
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho menyebut ada konten viral di platform X mengenai narasi terkait Komandan Selat Hormuz yang diklaim membenci Indonesia. Ia mengatakan video tersebut telah ditonton 102 ribu kali dan dibagikan sebanyak 863 kali lebih.
Septiaji menyatakan pihaknya melakukan pengecekan dengan memasukkan klaim tersebut ke mesin pencari Google untuk verifikasi. Hasilnya tidak ditemukan informasi pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim terkait Selat Hormuz membenci Indonesia karena berteman Amerika Serikat.
“Kalau kami melakukan pengecekan, dengan kata kunci ‘Komandan Selat Hormuz: kami benci Indonesia karena berteman dengan Amerika Serikat’ ke mesin pencari Google. Itu tidak ditemukan informasi pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim gitu ya,” ucap Ketua Presidiu Mafindo Septiaji Eko Nugroho kepada RRI PRO3 dalam segmen Dialog Cek Fakta di Jakarta, Sabtu, 11 April 2026.
Ia mengatakan informasi yang ditemukan justru berasal dari artikel media yang membahas kebijakan Iran terhadap akses wilayah tersebut. Salah satunya artikel dari metrotvnews.com yang menyatakan Selat Hormuz terbuka untuk semua pihak kecuali Amerika dan sekutunya.
Septiaji menjelaskan konteksnya berkaitan dengan situasi konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat serta Israel saat ini. Dalam konteks tersebut pembatasan hanya ditujukan kepada Amerika Serikat, Israel, dan sekutu yang terlibat serangan terhadap Iran.
Ia menegaskan tidak ada pernyataan valid yang menyebut Selat Hormuz membenci Indonesia karena hubungan dengan Amerika Serikat. Ia menyampaikan temuan tersebut sebagai klarifikasi atas narasi viral yang beredar luas di media sosial.
“Jadi Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa pembatasan tersebut hanya ditujukan bagi Amerika Serikat, Israel, dan para sekutu mereka. Yang terlibat dalam serangan terhadap Iran,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....