Semburan Gas PT Kalrez di SBT Sudah Dinetralkan
- 23 Jan 2026 10:34 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula – Semburan gas susulan yang terjadi di sumur minyak 28S6 milik PT Kalrez Petroleum Seram di Desa Fattolo, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, dilaporkan telah berhasil dinetralkan.
Danramil 1502-06/Bula Kapten Inf M. Jen Anjarang menyampaikan, pihaknya melakukan pemantauan langsung perkembangan situasi di lokasi kejadian pada Jumat, 23 Januari 2026 sekitar pukul 11.10 WIT.
“Untuk situasi di tempat kejadian perkara (TKP), semburan gas sudah berhasil dinetralisir oleh warga masyarakat yang merupakan eks pekerja Kalrez. Semburan gas juga sudah dialihkan ke tangki penampungan,” ujar Kapten Anjarang dalam keterangannya.
Ia memastikan hingga saat ini kondisi di TKP dalam keadaan aman dan terkendali. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap kemungkinan perkembangan situasi.
Kapten Anjarang menambahkan, pemerintah kecamatan, Polsek setempat serta unsur terkait lainnya telah memberikan imbauan kepada warga agar tidak panik, namun tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas.
Sebelumnya, semburan gas susulan terjadi di sumur minyak 28S6 yang berstatus shut-in milik PT Kalrez Petroleum Seram pada Kamis,22 Januari 2026 sekitar pukul 23.30 WIT. Insiden tersebut sempat memicu kepanikan warga Desa Fattolo akibat bau gas yang menyengat.
Menurut Danramil 1502-06/ Bula Kapten Inf. M. Jen Anjarang, semburan gas tersebut menyebabkan polusi udara yang berdampak langsung ke permukiman warga di sekitar lokasi.
“Terjadi kebocoran gas susulan yang menyebabkan kepanikan warga. Bau gas tercium hingga ke rumah-rumah warga di sekitar TKP,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah warga memilih mengungsi sementara untuk menghindari paparan gas. Petugas kesehatan dari Puskesmas Bula juga turun ke lokasi untuk membagikan masker kepada masyarakat.
Pemerintah kecamatan setempat turut mengimbau warga agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada petugas berwenang. Danramil 1502-06/Bula juga turun langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak panik menghadapi situasi tersebut.
Di sisi lain, warga bersama pihak PT Kalrez Seram Petroleum di lokasi kejadian melakukan upaya penormalan kondisi di area semburan gas.
“Hingga saat ini kondisi mulai berangsur normal, meski bau gas masih sempat tercium di beberapa rumah warga,” tambah Kapten Anjarang.
Pemerintah setempat, dan tenaga kesehatan masih bersiaga di lokasi guna memantau perkembangan dan memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....