Tekanan Gas di Sumur Kalrez Turun, Ini Himbauan ke Warga
- 20 Jan 2026 14:03 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula— Kalrez Petroleum Seram Ltd memastikan kondisi tekanan gas pada sumur 28S6 yang berstatus shut-In di wilayah operasional perusahaan saat ini masih dalam pemantauan dan berangsur terkendali.
Hal tersebut disampaikan Wahyu dari Departemen Produksi Kalrez Petroleum Seram Ltd di lokasi sumur, Selasa, 20 Januari 2026.
Wahyu menjelaskan, sumur 28S6 merupakan sumur shut-In yang tidak berproduksi dan memiliki kandungan reservoir gas dengan tekanan cukup tinggi. Secara alami, gas dalam reservoir tersebut dapat terakumulasi dan kemudian keluar dengan sendirinya (natural flow).
“Karakter sumur itu berbeda-beda. Untuk sumur 28S6 ini memang memiliki reservoir gas dengan tekanan tinggi. Awalnya tekanan yang terbaca di pressure indicator mencapai 200 PSI, namun setelah dilakukan pelepasan tekanan secara bertahap, saat ini sudah turun di bawah 100 PSI,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi seperti ini tergolong biasa dalam aktivitas perminyakan dan telah beberapa kali ditangani sebelumnya. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara intensif dengan segala keterbatasan yang ada.
Saat ini, aliran fluida dari sumur dialihkan (bypass) langsung ke tangki penampung berkapasitas 100 barel. Proses normal seharusnya mengalir dari sumur ke proline, kemudian ke separator, dan selanjutnya ke tangki.
Namun, karena terindikasi adanya sumbatan (plug) pada katup separator, aliran sementara dialihkan langsung ke tangki.
“Nantinya volume cairan di tangki akan dikurangi menggunakan vacuum truck. Namun saat ini vacuum truck kami mengalami kerusakan, sehingga kami sudah berkoordinasi dengan pihak CITIC untuk mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Terkait adanya cairan yang tercecer di sekitar lokasi, pihak perusahaan memastikan akan melakukan pembersihan semaksimal mungkin sesuai dengan kondisi dan peralatan yang tersedia.
Wahyu juga menegaskan bahwa hasil pemeriksaan menggunakan detektor gas menunjukkan tidak adanya kandungan H₂S (hidrogen sulfida) sehingga gas tersebut tidak termasuk kategori gas beracun. Meski demikian, gas tetap memiliki potensi bahaya jika terjadi percikan api.
“Tekanan gas terus menurun secara alami. Secara visual juga sudah terlihat tidak ada lagi semburan seperti sebelumnya. Ini menandakan kondisi semakin terkendali, meski memang membutuhkan waktu,” katanya.
Sebagai langkah mitigasi, Kalrez Petroleum Seram Ltd mengimbau masyarakat dan pekerja untuk menjaga jarak aman dari lokasi sumur serta tidak mendekat ke titik semburan. Warga juga diminta tidak menyalakan api, merokok, atau melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar area tersebut.
“Kami minta masyarakat memberi ruang agar penanganan bisa dilakukan bertahap. Kalau sampai ada kerumunan dan terjadi hal fatal, justru akan semakin menyulitkan,” tegas Wahyu.
Ia menambahkan, kondisi ini telah dilaporkan kepada manajemen Kalrez di Jakarta. Dengan karakteristik sumur yang berbeda-beda, perusahaan optimistis situasi pada sumur 28S6 dapat ditangani hingga benar-benar aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....