Wahyu: Semburan Gas Sumur PT Karlez Tidak Beracun
- 22 Jan 2026 12:56 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Wahyu, Departemen Produksi PT Karlez Petroleum Ltd, menjelaskan semburan gas pada sumur 28.56 di kawasan Desa Fattolu, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, bukan gas beracun.
Kendati begitu, warga sekitar lokasi tetap diminta waspada, sebab sangat berpotensi mudah terbakar. Wahyu meminta warga supaya tidak menyalakan korek api, kompor atau pemantik api lainnya.
"Kita sudah minta bantuan dari PT CSL. Mereka sudah datang dengan membawa indikator dan memeriksa, ternyata semburan gas ini tidak beracun," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Selasa (20/1/2026).
Dijelaskan, semburan gas tersebut dipicu kondisi natural flow. Dimana sumur dengan status shut in alias tidak berproduksi, reservoir kandungannya adalah gas, jadi secara berkala, gas keluar secara otomatis. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya penumpukan gas pada sumur.
Situasi ini lanjut Wahyu, sebenarnya sudah bisa terjadi dan masih bisa diatasi. Sumur minyak sendiri memiliki beberapa karakter, salah satunya yakni seperti yang terjadi saat ini. Bedasarkan pressure indicator yang dipasang pihaknya, terbaca tekanan gas berada pada 200 PSI.
Pihak terus memantau dan merekayasa dengan segala keterbatasan peralatan, berusaha agar tekanan tersebut agar perlahan dapat diturunkan.
Bupati setempat, Fachri Husni Alkatiri meminta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama manajemen Kalrez Petroleum Seram Ltd cepat menangani semburan gas dimaksud.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati Fachri saat melakukan perbincangan langsung melalui sambungan video call WhatsApp dengan petinggi SKK Migas dan manajemen Kalrez Petroleum Seram Ltd di sela-sela peninjauan langsung lokasi semburan gas, Selasa, 20 Januari 2026.
“Saya baru tiba dari Ambon dan langsung mendapat banyak laporan sejak semalam terkait semburan gas di salah satu instalasi pipa. Lokasinya sangat dekat dengan pemukiman masyarakat dan saya saat ini berada langsung di lokasi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....