Tabulik Institute Apresiasi Langkah Gubernur Maluku Tangani Konflik

  • 11 Jan 2026 08:17 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tabulik Institute memberikan apresiasi kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa atas langkah cepat dan responsif dalam menangani konflik horizontal yang terjadi di Maluku.

Ketua LSM Tabulik Institute, Junedi Mahad, menilai upaya Gubernur Maluku yang turun langsung ke lapangan dan berdialog dengan kelompok-kelompok yang bertikai patut diapresiasi.

“Tabulik Institute memberikan apresiasi kepada Gubernur Maluku dalam penanganan konflik di Provinsi Maluku. Langkah cepat gubernur dalam menangani konflik antarkelompok perlu diapresiasi,” ujar Junedi dalam keterangannya, Minggu (11/1/2025).

Menurut Junedi, fokus Gubernur Maluku dalam meredam konflik horizontal menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat. Ia menilai pendekatan dialog langsung menjadi langkah penting untuk mencegah konflik meluas.

Mantan Ketua KPU Seram Bagian Timur itu juga mengingatkan bahwa beberapa waktu lalu Gubernur Maluku bersama Kapolda Maluku dan Pangdam Pattimura turun langsung ke lokasi bentrokan antarwarga di Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah. Kehadiran pimpinan daerah dan aparat keamanan dinilai mampu meredam ketegangan di tengah masyarakat.

“Sebagai bentuk kepedulian, Pak Gubernur juga mengajak masyarakat yang terlibat konflik agar menahan diri dan tidak memperuncing persoalan yang justru akan merugikan warga setempat,” katanya.

Tabulik Institute menyatakan dukungan penuh agar Gubernur Maluku dapat terus fokus pada pelayanan pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Junedi menegaskan pentingnya menjaga kedamaian demi keberlanjutan pembangunan daerah.

“Kita ini cinta damai. Mari kita sudahi konflik antarkelompok maupun antarkampung. Maluku harus aman dan damai supaya pemerintah bisa fokus membangun Maluku,” ujarnya.

Junedi juga menyoroti dampak konflik terhadap iklim investasi. Menurutnya, konflik berkepanjangan dapat membuat investor ragu untuk menanamkan modal di Maluku.

“Kalau konflik terus berlanjut, investor akan ragu menanamkan saham di Maluku. Mari kita jaga kedamaian dan memberi rasa aman dan nyaman,” tegas Junedi.

Selain itu, Tabulik Institute mendorong aparat kepolisian untuk bergerak cepat menindak para pelaku kerusuhan. Serta memantau aktivitas provokatif di media sosial yang berpotensi mengadu domba masyarakat.

“Polisi harus cepat menuntaskan dan menangkap para pembuat onar, termasuk memantau pihak-pihak provokatif di media sosial,” pungkas Junedi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....