Anggota DPR Saadiah Uluputty Tinjau Permukiman Kumuh di SBT

  • 02 Des 2025 06:50 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Minggu (30/12/2025). Dalam agenda tersebut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu turun langsung ke Dusun Waitilan, Desa Bula, sebuah kawasan pesisir Pantai Tikus yang selama ini hidup dengan keterbatasan infrastruktur dasar.

Saadiah yang datang bersama Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri, Wakil Bupati M. Miftah Thoha R. Wattimena, serta jajaran OPD, menelusuri lorong-lorong permukiman kumuh dan menyapa warga. Suasana berlangsung hangat saat warga menyampaikan beragam keluhan yang mereka hadapi sehari-hari.

Keluhan utama warga Waitilan adalah krisis air bersih. Selama ini, air tak mengalir dan warga terpaksa membeli atau mengambil dari sumber yang jauh.

"Kami hanya ingin air bersih yang cukup untuk keluarga," ungkap seorang warga.

Menurut Saadiah, persoalan air bersih ini harus segera ditangani mengingat kebutuhan dasar warga semakin terdesak. Selain krisis air, Saadiah menyoroti minimnya perlindungan kawasan dari banjir. Tidak adanya tanggul permanen membuat permukiman itu kerap terendam setiap musim hujan.

"Air masuk ke rumah warga, merusak barang-barang, bahkan membahayakan keselamatan lansia dan anak-anak," kata Saadiah.

Saat meninjau rumah-rumah warga, kondisi memprihatinkan tampak jelas, dinding kayu rapuh, tiang keropos, dan atap yang bocor. Beberapa rumah warga lansia bahkan disebut hampir roboh.

Melihat kondisi ini, Saadiah menegaskan bahwa kebutuhan dasar warga Waitilan tidak boleh lagi ditunda. Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Saadia berkomitmen memperjuangkan program strategis untuk masyarakat.

Untuk mengatasi krisis air, Politisi PKS itu berencana mendorong program Pamsimas sebagai solusi penyediaan air minum dan sanitasi. Sementara rumah-rumah yang nyaris roboh akan diupayakan mendapatkan bantuan BSPS (Bedah Rumah).

Adapun untuk persoalan banjir, Saadiah memastikan pembangunan tanggul permanen akan diajukan sebagai prioritas ke Kementerian PU.

"Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Air bersih, rumah layak, dan perlindungan lingkungan adalah hak dasar warga negara. Saya akan membawa aspirasi ini langsung ke kementerian dan memastikan ada tindak lanjut segera," tegasnya.

Kunjungan Saadiah ke Waitilan meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Bagi mereka, kehadiran legislator asal Dapil Maluku itu menjadi bentuk kepedulian nyata sekaligus membuka harapan baru bahwa perjuangan mereka akhirnya didengar.

Harapan pun tumbuh kembali bahwa perubahan mungkin terwujud, terutama bagi masyarakat yang selama ini merasa terpinggirkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....