Dinas Pertanian SBT Dukung Rencana Kunjungan Menteri Transmigrasi

  • 10 Okt 2025 13:53 WIB
  •  Bula

KBRN,Bula: Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendukung penuh rencana kunjungan Menteri Transmigrasi RI ke wilayahnya. Kunjungan tersebut dinilai sangat penting untuk menyelesaikan persoalan status lahan di kawasan transmigrasi.

“Kami sangat mengapresiasi Dinas Transmigrasi yang menginisiasi kedatangan Menteri. Ini hal positif. Karena begitu menteri datang, kami yakin masalah status lahan warga transmigrasi akan diperjelas,” kata Kepala Dinas Pertanian SBT Sofyan Waraiya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jum'at (10/10/2025).

Sofyan menyoroti masalah pembagian lahan usaha dua (LU-II) yang sering kali tidak sesuai dengan lahan yang sudah digarap petani. Menurutnya, ada kasus di mana petani sudah mengelola lahan selama bertahun-tahun, tapi saat sertifikat dibagikan, lahan itu malah jadi milik orang lain.

“Sayang sekali. Sudah capek olah satu hektare, pas pembagian, dia malah dapat di tempat lain. Lahan yang dia olah justru jadi milik orang lain. Ini yang perlu disinkronkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dinas Pertanian juga mempersiapkan program pencetakan sawah seluas 2.000 hektare tahun depan. Saat ini, proses survei investigasi dan desain (SID) sedang berjalan.

“Kalau dari sisi teknis lolos, tahun depan langsung cetak. Dan nanti akan kita masukkan ke data LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan). Awalnya 2.440 hektare, kalau ditambah 2.000, tentu akan semakin kuat,” ujarnya.

Masuknya lahan ke LP2B akan menjadi dasar pengajuan dana dari pusat, termasuk Inpres infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Sofyan menyebut tahun depan SBT berpeluang mendapat pembangunan dua jembatan senilai sekitar Rp 42 miliar dari dana Inpres melalui Dinas Pekerjaan Umum.

“Contohnya di Fatolo, karena ada 5 hektare lahan sawah di Breeding Center, kita bisa ajukan dua jembatan di Fatolo dan Bula Air. Itu jadi dasar PU bangun infrastruktur,” paparnya.

Tak hanya itu, kawasan transmigrasi Waikudal juga jadi perhatian. Jika rencana pencetakan 200 hektare sawah di sana terealisasi dan masuk LP2B, maka pembangunan embung, jalan dan akses transportasi bisa segera diusulkan.

“Semua ini butuh kolaborasi lintas dinas. Transmigrasi, Pertanian, PU kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Harus kerja bareng demi kemajuan daerah,” tegasnya.

Sofyan memastikan pihaknya 100% mendukung rencana kunjungan Menteri Transmigrasi ke SBT.

“Harapannya saat menteri datang, bisa dijelaskan mana yang jadi tanggung jawab Kementerian, mana yang jadi tugas kami. Intinya, semua untuk kepentingan warga transmigrasi. Dan kalau ada program dari Kementan, tentu kami siap support,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....