Suhartini Jadi Ketua IBI SBT, Ini Visi yang Diusung
- 12 Mei 2026 18:47 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula-Suhartini resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, periode 2023-2028. Acara pelantikan digelar di gedung aula Pendopo bupati, Selasa sore, 12 Mei 2026.
Usai dilantik, Suhartini dalam sambutannya mengungkapkan, dalam memimpin IBI di daerah ini ke depan, dirinya berketetapan mengusung visi mewujudkan organisasi IBI cabang SBT yang mandiri.
Gerak cepat dan berdaya saing serta meningkatkan profesionalisme anggota dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata.
"Untuk mewujudkan visi tersebut, kami akan memfokuskan langkah strategis melalui misi sesuai dengan beberapa program prioritas," ujarnya.
Suhartini menjelaskan, program prioritas itu antara lain mewujudkan organisasi yang mandiri dan tangguh, menjadi organisasi yang bergerak cepat dan berdaya saing, meningkatkan profesionalisme anggota secara berkelanjutan.
Menurunkan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) secara nyata. Berperan aktif dalam pencegahan dan penurunan stunting, menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata, membangun kemitraan yang strategis dan berdampak.
Suhartini menyadari, keberhasilan tidak akan mungkin bisa dicapai, tanpa adanya kerja sama dan komitmen dari seluruh anggota. Oleh karena itu dirinya mengajak seluruh bidan anggota pengurus cabang IBI di kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa ini untuk menjaga etika profesi dan kualitas pelayanan.
Disamping itu anggota IBI agar terus belajar dan berinovasi. Mengedepankan pelayanan yang berpusat pada perempuan, keluarga, dan masyarakat. Aktif berkontribusi dalam kegiatan organisasi.
Suhartini yang juga adalah adik kandung Bupati Fachri Husni Alkatiri ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi bersama IBI dalam membangun sistem kesehatan yang lebih kuat, adil dan merata.
Saat ini, lanjutnya peran IBI menghadapi berbagai tantangan strategis, antara lain upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi prioritas nasional, percepatan transformasi layanan kesehatan primer yang menempatkan bidan sebagai ujung tombak pelayanan di puskesmas dan Rumah sakit.
Pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kebidanan, termasuk rekam medis elektronik dan tele health antara puskesmas di kecamatan dengan rumah sakit di kabupaten
Peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan dalam hal ini tenaga bidan yang berkompeten di 22 puskemas dan 2 Rumah sakit. Tantangan distribusi tenaga bidan yang merata hingga ke daerah terpencil dan kepulauan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....