Resmi Pimpin IBI SBT, Suhartini Usung Gerak Cepat Tekan Angka Kematian Ibu & Bayi
- 12 Mei 2026 17:20 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Suhartini menyampaikan visi dan program kerjanya usai pengukuhan dan pelantikan pengurus cabang IBI SBT masa bakti 2023-2028 di Aula Pendopo Bupati SBT, Selasa, 12 Mei 2026.
Suhartini menegaskan komitmennya untuk mewujudkan organisasi IBI yang mandiri, bergerak cepat dan berdaya saing dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten SBT.
“Sebagai Ketua Ikatan Bidan Indonesia yang baru, saya memiliki visi mewujudkan organisasi IBI Cabang Kabupaten Seram Bagian Timur yang mandiri, gerak cepat dan berdaya saing, serta meningkatkan profesionalisme anggota dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta stunting melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata,” ujar Suhartini dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, visi tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah program prioritas. Di antaranya membangun organisasi yang tangguh, meningkatkan profesionalisme anggota, menurunkan angka kematian ibu dan bayi hingga memperkuat peran bidan dalam pencegahan stunting.
Selain itu, IBI SBT juga akan fokus pada pemerataan pelayanan kesehatan dan membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak guna memperkuat sistem kesehatan daerah.
“Keberhasilan kita tidak akan tercapai tanpa kerja sama dan komitmen seluruh anggota. Karena itu saya mengajak seluruh bidan dan pengurus IBI Kabupaten Seram Bagian Timur untuk menjaga etika profesi dan kualitas pelayanan,” katanya.
Suhartini juga meminta seluruh anggota terus belajar dan berinovasi dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada perempuan, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, bidan memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, khususnya di tengah transformasi sistem kesehatan nasional dan global yang terus berkembang.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab moral dan profesional untuk terus memperjuangkan kemajuan profesi bidan serta membantu peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Seram Bagian Timur,” ujarnya.
Ia menyebut saat ini sektor kesehatan menghadapi sejumlah tantangan strategis, mulai dari upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi prioritas nasional hingga percepatan transformasi layanan kesehatan primer.
Selain itu, perkembangan teknologi digital juga menuntut tenaga kesehatan untuk beradaptasi, termasuk dalam pemanfaatan rekam medis elektronik dan layanan telehealth antara puskesmas di kecamatan dengan rumah sakit di tingkat kabupaten.
Suhartini menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan juga menjadi perhatian utama, terutama bagi tenaga bidan yang bertugas di 22 puskesmas dan dua rumah sakit di Kabupaten SBT.
Tak hanya itu, tantangan distribusi tenaga bidan hingga wilayah terpencil dan kepulauan juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi bersama.
“Saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi bersama Ikatan Bidan Indonesia dalam membangun sistem kesehatan yang lebih kuat, adil, dan berkualitas,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....