Genting SBT Mulai Rambah Program Non Nutrisi Keluarga Resiko Stunting
- 12 Mei 2026 11:43 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula-Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, kini mulai masuk pada program non nutrisi. Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Wardah Rumadan menjelaskan program Genting di daerah ini dimulai sejak Januari lalu, diawali dengan kegiatan sosialisasi pada Desember 2025.
Sejak Januari, pelaksanaan program tersebut fokus pada upaya pemenuhan nutrisi pada anak keluarga berisiko stunting. Belakang sekira beberapa hari lalu, terdapat informasi yang diperoleh petugasnya di lapangan yang menyebut ada satu keluarga di desa Waisamet perlu diintervensi program non nutrisi.
"Teman-teman kami di lapangan memberi informasi bahwa ada salah satu anak, kalau mau dilihat dari dia membutuhkan genting ini dia butuh nutrisi dan juga dia butuh non-nutrisi," beber Wardah, diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Selasa 12 Mei 2026.
Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya lantas turun langsung ke lokasi guna melihat lebih dekat kondisi faktual keluarga dimaksud. Hasilnya, kondisi keluarga tersebut memang benar-benar membutuhkan perhatian.
Menurut Wardah, dari kondisi yang disaksikan itu, jika pihaknya hanya fokus pada pemenuhan nutrisi tanpa hirau pada kondisi lingkungan, maka sebesar apapun intervensi yang dilakukan, dirinya yakin hasilnya tetap sia-sia.
"Makanya dari situ kami melakukan koordinasi juga ke Provinsi dan ada beberapa dinas punya genting kemarin, Inspektorat terus dari kami sendiri terus dengan PTSP," terangnya.
Hasil yang dikumpulkan yakni uang hasil patungan orang tua asuh dari tiga OPD tersebut, selanjutnya digunakan untuk belanja bahan material rumah, berupa kayu, papan, triplek, springbed, atap seng dan keperluan lainnya. Bahan material tersebut dipasok langsung ke lokasi.
Sedang untuk keperluan pembangunan rumah itu sendiri, pihaknya lanjut Wardah telah berkoordinasi dengan Camat dan Kepala desa setempat. Hasilnya, rumah tersebut akan dikerjakan secara swadaya melibatkan seluruh masyarakat desa setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....