Pelaku Ekonomi Kreatif di SBT Keluhkan Akses Pasar
- 08 Agt 2025 10:22 WIB
- Bula
KBRN,Bula: Sektor ekonomi kreatif (Ekraf) mulai tumbuh di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dengan hadirinya beragam produk yang dihasilkan. Namun demikian para pelaku Ekraf di daerah ini mengeluhkan tentang sulitnya akses pasar.
Raya Syah Kuantana salah satu pelaku Ekraf Batik Ecoprint Wawina Englas mengaku kesulitan akses pasar masih menjadi kendala utama yang dihadapi para pelaku Ekraf di daerah ini.
"Kita semua terkendala dibagian pemasaran, ini hampir semua pelaku ekonomi kreatif sudah terbentuk dan hasilnya bisa dilihat saat ini melalui pameran yang ada, cuman hampir semua mengeluh kendala yang sama yaitu pemasaran," ujarnya kepada wartawan di arena SBT Expo Ekraf di pantai Wailola Bula, Kamis (7/8/2025).
Menurutnya, pelaku Ekraf sangat membutuhkan akses pasar untuk menjual produk-produk mereka. Raya berharap masalah ini mendapat perhatian serius pemerintah daerah demi keberlanjutan usaha Ekraf di daerah ini.
"Kita sudah buat produk, buat bahan, tapi kita mau pasarkan dimana, makanya ini harus menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, jadi pelaku ekonomi kreatif seperti kami ini endingnya kemana,"ujarnya.
Lebih lanjut Raya mengusulkan agar pemerintah daerah memfungsikan perusahaan daerah untuk membeli dan menampung semua produk Ekraf yang dihasilkan.
Langkah ini menurutnya, menjadi salah satu opsi agar pelaku Ekraf bisa tetap eksis dengan menghadirkan produk-produk terbaru karena terbukanya akses pasar.
"Harus ada Perusda untuk melihat semua ini, dengan ada pameran ini semua pelaku usaha pada bermunculan, jangan sampai hanya sebatas pameran saja,"ingatnya.
Hal sendana dikeluhkan Salma Kelsaba pelaku Ekraf Sagu Ratu Andan. Kesulitan akses pasar cukup dirasakannya apalagi kegiatan produksi produk Ekraf ini berbasis di desa.
"Jadi kita kendala untuk penjualan ke luar, apalagi di kampung," ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....