Belasan Pedagang Mengadu ke Bupati SBT, Keluhkan Pedagang “Liar” di Jalanan Bula

  • 05 Apr 2026 08:33 WIB
  •  Bula

RRI. CO. ID, Bula - Belasan pedagang Pasar Gumumae, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mendatangi Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, untuk menyampaikan keluhan terkait kondisi pasar yang dinilai sepi pembeli.

Pertemuan tersebut berlangsung di Galeri Sagu Pantai Wailola, Kota Bula, Jumat, 3 April lalu saat bupati tengah menerima tamu dari DPW PKS Maluku di hari libur.

Dalam pertemuan itu, para pedagang mengeluhkan masih banyaknya pedagang yang berjualan di bahu jalan, sehingga berdampak pada aktivitas jual beli di dalam Pasar Gumumae.

Salah satu pedagang ikan, Mbak Tin, mengatakan sejak pasar diresmikan, dirinya bersama pedagang lain tetap berjualan di dalam pasar. Namun, kondisi tersebut tidak sebanding dengan pedagang yang masih berjualan di luar area resmi.

“Katong punya nasib di dalam pasar ini begini terus, karena orang yang berjual di jalan masih tetap berjual di sana,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lainnya. Mereka menilai keberadaan pedagang di bahu jalan menjadi penghambat bagi masyarakat untuk masuk dan berbelanja di dalam pasar.

“Di Bula ini jalan masuk ke dalam pasar cuma satu jalur. Sebelum masuk ke kita di sini, semua sudah belanja di luar,” kata seorang pedagang ikan.

Selain itu, para pedagang juga menyoroti lemahnya penertiban yang dilakukan pemerintah daerah. Hijrah, salah satu pedagang ikan, menyebut penertiban memang pernah dilakukan, namun tidak berlangsung lama.

“Setelah dua hari tertib, habis itu mereka kembali berjualan lagi. Yang paling bandel itu yang jual di rumahnya masing-masing, karena merasa tidak ada aturan yang mengikat,” ungkapnya.

Ia pun berharap pemerintah dapat membuat aturan tegas, termasuk pengaturan radius berjualan agar kondisi pasar lebih tertib.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Fachri Husni Alkatiri mengapresiasi keberanian para pedagang yang menyampaikan langsung permasalahan yang dihadapi.

Menurutnya, setiap persoalan harus segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat oleh pemerintah daerah.

“Ada apa-apa harus kasih tahu. Jangan tunggu lama-lama. Kalau mereka berjualan tambah lama, nanti saat mau dipindahkan bisa jadi masalah,” ujarnya.

Fachri juga menyampaikan bahwa dirinya akan segera menggelar rapat bersama instansi terkait untuk mencari solusi konkret atas persoalan tersebut.

“Saya minta waktu sampai hari Senin. Pagi-pagi saya rapat dengan mereka, sepakati pola penyelesaian, lalu saya turun langsung ke pasar,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....