Bupati SBT Pastikan Kesiapan Launching Layanan Call Center 112

  • 19 Feb 2026 11:16 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - Fachri Husni Alkatiri melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) SBT, Sitti Rizki Meutia Manaban, bersama sejumlah pihak terkait di Kantor Diskominfo SBT, Rabu, 18 Februari 2026.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) itu untuk memastikan kesiapan layanan Call Center 112 yang rencananya akan dilaunching pada 20 Februari 2026.

Peluncuran tersebut akan dirangkaikan dengan refleksi satu tahun pemerintahan bupati dan wakil bupati di Kampung Ramadhan Pantai Wailola, Bula.

Alkatiri mengatakan, di era digitalisasi saat ini, pelayanan publik harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan sistem kerja yang lebih modern.

“Kita musti biasa dengan pelayanan begini ke masyarakat,” kata Alkatiri.

Menurutnya, Call Center 112 akan dimanfaatkan masyarakat untuk meminta bantuan pihak-pihak terkait dalam penanganan kondisi darurat.

Karena itu, sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara maksimal agar layanan tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal.

“Masyarakat juga kita mensosialisasi, karena mereka yang akan menggunakan layanan ini,” tuturnya.

Ketua DPW PKS Maluku itu mengungkapkan, secara filosofis Call Center 112 dihadirkan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat dalam kondisi kegawatdaruratan secara cepat dan terkoordinasi.

“Rencana launching Call Center 112 ini secara filosofi, ini untuk mempermudah pelayanan masyarakat untuk kondisi kegawatdaruratan secara cepat. Ada banyak pihak yang terkait,” ungkapnya.

Ia menilai, kehadiran layanan Call Center 112 menjadi prestasi tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur. Pasalnya, keberadaan layanan ini menjadikan SBT sebagai daerah kedua di Provinsi Maluku yang memiliki Call Center 112.

Alkatiri menegaskan, dirinya tidak ingin layanan tersebut hanya menjadi seremoni semata tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kalau ini jadi, bagi saya prestasi luar biasa. Berarti di Maluku kita yang kedua. Saya tidak ingin ini sekadar gaya-gayaan dan makan puji saja. Karena itu, saya ingin memastikan betul supaya setelah kita launching, masyarakat betul-betul merasakan, atau mereka dalam masalah bisa terlayani dengan baik,” tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....