See Hin Kiong, Klenteng Tertua di Kota Padang

  • 01 Mei 2024 11:28 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Hubungan budaya antara Minangkabau dengan Tionghoa sudah berlangsung sejak lama. Salah satunya adalah lewat aktivitas perdagangan ketika orang Tiong Hoa yang melakukan perdagangan internasional dengan raja-raja di wilayah Nusantara.

Dilansir dari situs resmi Ditjen Kebudayaan Indonesia, saat pendatang Tionghoa datang ke Padang mereka membutuhkan kelenteng untuk beribadah. Suku Tjiang dan Tjoan Tjioe yang datang untuk berdagang akhirnya mendirikan Kelenteng Kwan Im pada tahun 1861. Namun karena keteledoran pendeta Sae Kong klenteng tersebut mengalami kebakaran.

Setelah terbakarnya klenteng tersebut, dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota Padang, dibangun kembali Kelenteng See Hien Kiong. Kelenteng ini didirikan oleh kapten Lie Goan Hoat, Letnan Lie Soen Mo, dan Letnan Lie Lian Hit pada tahun 1893 dan rampung pada tahun 1897.

Berlokasi di Jalan Klenteng no. 312, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, klenteng ini merupakan klenteng tertua di Kota Padang. Cukup panjang sejarah yang terangkai dibalik megahnya bangunan suci umat Tionghoa ini.

Salah seorang human Klenteng See Hin Kiong ketika diwawancara RRI mengatakan , "Klenteng ini dirancang langsung oleh arsitek dari negeri panda, dengan model klenteng kuno dari Hokkian, menjadikan bangunan ini tidak hanya memiliki nilai religi, namun juga mengandung nilai filosofis dan estetika. Setiap ruang, sudut dan ornamennya menyimpan makna yang berbeda."

Klenteng ini memiliki dua pintu masuk. Salah satu pintu masuknya berhadapan dengan sebuah kolam persegi di tengah halaman. Pada bagian depan bangunan induk kelenteng terdapat dua buah tempat pembakaran hio (perabuan). Bangunan induk kelenteng terbagi atas tiga ruangan, ruangan utama berada di tengah, ruang semedi berada di sayap kanan, dan perkantoran di sayap kiri.

Kini, Klenteng See Hin Kiong tidak hanya menjadi tempat ibadah umat Tionghoa saja, namun pada beberapa kesempatan juga dibuka untuk umum dengan syarat setiap pengunjung dapat menjaga tata tertib selama berada didalamnya. Bahkan klenteng ini telah ditetapkan menjadi salah satu cagar budaya Sumatera Barat. (AMP)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....