Lapangan Wirabraja, Saksi Sejarah Perjuangan di Bukittinggi
- 06 Okt 2026 11:56 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO ID, Bukittinggi - Lapangan Wirabraja atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Lapangan Kantin merupakan salah satu ruang publik yang memiliki nilai sejarah penting di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
Berada di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan kantor wali kota lama yang kini menjadi kantor Bappeda, lapangan ini menyimpan perjalanan sejarah sejak masa kolonial Belanda hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Lapangan Wirabraja berada dalam kawasan yang memiliki keterkaitan dengan lingkungan militer. Nama "Lapangan Kantin" lebih dahulu populer di tengah masyarakat karena kawasan tersebut pada masa lalu berdekatan dengan kantin tentara.
Pernah Menjadi Kamp Militer Belanda
Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, kawasan yang kini menjadi Lapangan Wirabraja merupakan bagian dari kompleks militer dan digunakan sebagai kamp tentara Belanda.
Keberadaan fasilitas militer tersebut membuat kawasan ini memiliki posisi strategis di Kota Bukittinggi. Seiring waktu, penyebutan Lapangan Kantin tetap melekat dalam ingatan masyarakat meskipun nama resminya adalah Lapangan Wirabraja.
Menjadi Tempat Pengumpulan Emas Rakyat
Salah satu catatan sejarah yang paling dikenang dari lapangan ini terjadi pada 1947. Saat itu, situasi Indonesia tengah menghadapi tekanan akibat Agresi Militer Belanda I dan blokade yang dilakukan Belanda.
Wakil Presiden Republik Indonesia Mohammad Hatta atau Bung Hatta kemudian menggelar apel besar atau apel gadang di Lapangan Wirabraja. Dalam kesempatan tersebut, Bung Hatta mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk ikut berkorban dan membantu mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.
Imbauan tersebut mendapat respons dari masyarakat. Selanjutnya dibentuk Panitia Pusat Pengumpul Emas yang dipimpin Mr. Karim.
Masyarakat Bukittinggi dan daerah sekitarnya kemudian menyerahkan perhiasan dan emas yang mereka miliki sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Emas yang terkumpul tersebut kemudian menjadi bagian dari sumber dana untuk pengadaan pesawat terbang bagi Republik Indonesia. Peristiwa tersebut dikenang sebagai salah satu bentuk nyata pengorbanan masyarakat Sumatera Barat dalam mendukung perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Dari Kawasan Militer Menjadi Ruang Publik
Seiring perkembangan Kota Bukittinggi, fungsi Lapangan Wirabraja turut berubah. Kawasan yang dahulu memiliki keterkaitan erat dengan lingkungan militer kini dimanfaatkan sebagai ruang publik dan pusat berbagai aktivitas masyarakat.
Lapangan tersebut digunakan untuk kegiatan olahraga, dengan sejumlah fasilitas seperti jalur jogging, lapangan basket, area panjat dinding, serta jalur batu kerikil yang dimanfaatkan masyarakat untuk terapi kesehatan.
Lapangan Wirabraja juga kerap menjadi lokasi berbagai kegiatan pemerintahan dan keagamaan, termasuk upacara peringatan hari besar nasional, kegiatan keagamaan, serta sejumlah agenda kebudayaan.
Pada waktu tertentu, kawasan ini juga menjadi pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan. Sore hingga malam hari, area sekitar lapangan ramai oleh aktivitas kuliner dan hiburan.
Lapangan Wirabraja bahkan beberapa kali dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan konser musik dan festival kebudayaan.
Keberadaan Lapangan Wirabraja menunjukkan bagaimana sebuah ruang kota dapat mengalami perubahan fungsi tanpa kehilangan nilai sejarahnya. Dari kawasan militer pada masa kolonial, tempat berkumpulnya rakyat dalam perjuangan kemerdekaan, hingga menjadi ruang publik yang digunakan masyarakat saat ini, lapangan tersebut tetap menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Kota Bukittinggi.(ER)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....